Perdebatan mengenai publikasi ilmiah melalui jurnal bereputasi internasional Scopus dan jurnal terakreditasi nasional Sinta terus menjadi perhatian akademisi. Hal ini terkait kepentingan dosen dalam pengembangan karier akademik, dan juga menyangkut kualitas, etika, hingga pengakuan terhadap karya ilmiah Indonesia di tingkat global.
Dekan Fakultas Hukum President University, Fennieka Kristianto, menilai Scopus dan Sinta memiliki perbedaan mendasar dalam skala pengakuannya. Menurutnya, Sinta yang merupakan bagian dari Science and Technology Index, menjadi wadah nasional bagi publikasi dosen. Namun, Scopus tetap dinilai lebih tinggi karena memiliki indeks internasional.
“Scopus itu memang jurnal internasional. Kalau Sinta skalanya masih nasional, belum mengglobal. Dari sisi penilaian kementerian, Scopus lebih dihargai karena terindeks internasional. Bahkan jurnal-jurnal non-Q yang terindeks Scopus di Indonesia biasanya masuk dalam Sinta 1,” ujar Fennieka dalam Academia Lawfest 2025 Vol.3, Selasa (19/8).
Baca Juga:
- Jurnal Hukum Internasional FHUI Memperoleh Indeks Scopus
- Brawijaya Law Journal Milik FHUB Raih Indeks Scopus
Ia menjelaskan, perbedaan utama keduanya terletak pada bahasa dan level kualitas. Scopus umumnya menuntut publikasi dalam bahasa Inggris, sementara Sinta tetap bisa menggunakan bahasa Indonesia meskipun sebagian jurnal juga menerapkan bahasa Inggris. Tingkatan kualitas di Scopus juga ditandai dengan peringkat Q1 hingga Q4.
Meski demikian, Fennieka menekankan publikasi di jurnal nasional tidak kalah penting. “Kalau untuk kebutuhan akademik, dosen memang harus menyesuaikan. Kalau dibutuhkan Scopus, ya harus menulis di Scopus. Tapi jurnal nasional terakreditasi Sinta juga sudah sangat baik. Bahkan banyak negara di Eropa yang tidak selalu mengacu pada Scopus,” ungkapnya.
Adapun esensi jurnal sebenarnya tetap pada kualitas karya dan kontribusi penulis. Menurut dia, Scopus sering menekankan indeks, sitasi, dan impact factor. Semakin tinggi sitasi dan impact factor, semakin tinggi nilainya. Tapi, ia mengingatkan isi dan kualitas tulisan itu yang utama.
















