Perang yang terjadi di Gaza, Palestina telah berlangsung sejak 1948 silam telah menyita perhatian Masyarakat Internasional. Di tengah kondisi gencatan senjata, warga Palestina tetap tidak bisa bernapas lega. Apalagi Presiden Amerika Serikat yang baru saja dilantik, Donald Trump hendak mengambil alih Gaza dan merelokasi para penduduk.
Dilansir dari Reuters, alasan Trump ingin mengambil alih Gaza karena ia berkomitmen untuk membangun lokasi tersebut. Serta ingin menyerahkannya kepada negara-negara lain di Timur Tengah untuk membangun Sebagian wilayah. Pernyataan Trump menjadi atensi internasional. Pelapor Khusus Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk wilayah pendudukan Palestina, Francesca Albanese.
Pada acara yang diselenggarakan oleh Erasmus University Rotterdam, Belanda, Albanese membawakan materi tentang Human Rights in the Palestinian Territories (Hak Asasi Manusia di Wilayah Palestina). Ia menegaskan pernyataannya mengenai apa yang terjadi di Palestina berikut teritorial yang memang milik rakyat Palestina.
Albanese sempat menarik perhatian publik karena menjadi pelapor PBB yang berani menyebut Israel telah melakukan Genosida. Ucapan tersebut dilontarkannya setelah melakukan investigasi mendalam terkait perang yang sudah terjadi 75 tahun.
“Ini bukan hanya genosida. Ini adalah genosida yang pertama kalinya terjadi di dalam konteks kolonialisme pemukim,” katanya saat membuka materi pada Jumat, (14/2/2025).
Baca juga:
- Pemerintah Diminta Waspadai Proposal Relokasi 2 Juta Rakyat Palestina ke Indonesia
- Kecam Usulan Trump, Relokasi Warga Palestina Dinilai Langgar Hukum Internasional
- Irlandia Turut Gugat Israel di Mahkamah Internasional, Tuduhan Genosida di Gaza Menguat
Kondisi Palestina saat ini dinilai sudah tidak terorganisir dengan baik. Sejak Israel memasuki Negara tersebut, budaya mereka telah diambil alih dan bahasa ibu di Tanah tersebut sudah tercampur aduk. Bahkan, wilayah Palestina sudah diambil alih sebanyak 85 persen.
















