Perdata

Aturan Pemberian Nama Anak di Indonesia

Bacaan 4 Menit
Aturan Pemberian Nama Anak di Indonesia

Pertanyaan

Apakah di Indonesia ada aturan yang mengatur tentang pemberian nama anak? Misalnya nama-nama yang dilarang digunakan untuk nama anak, seperti di luar negeri.

Intisari Jawaban

circle with chevron up

Ulasan Lengkap

Sebelum menjawab pertanyaan Anda, perlu kami sampaikan bahwa nama merupakan hak anak yang dijamin oleh peraturan perundang-undangan, sebagai berikut:

  1. Undang-Undang No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, Pasal 53 ayat (2) yang berbunyi:

Setiap anak sejak kelahirannya. berhak atas suatu nama dan status kewarganegaraan.”

  1. Undang-Undang No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak (“UU Perlindungan Anak”), Pasal 5, yang berbunyi:

Setiap anak berhak atas suatu nama sebagai identitas diri dan status kewarganegaraan.”

 

Kemudian, mengenai hal yang Anda tanyakan, sepanjang pengetahuan kami, ketentuan hukum yang mengatur mengenai pemberian nama di Indonesia dapat ditemukan pada Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (“KUHPer”), Buku Kesatu Bab II Bagian ke-2 tentang Nama-nama, perubahan nama-nama, dan perubahan nama-nama depan,yaitu mulai Pasal 5a s.d. Pasal 12. Di dalam Pasal 5a KUHPer disebutkan bahwa:

Anak sah serta anak tidak sah tetapi diakui oleh bapaknya, berhak menggunakan nama keturunan bapaknya. Jika anak tidak sah tidak diakui oleh bapaknya, maka memakai nama keturunan ibunya.

 

Selain ketentuan tersebut, kami tidak dapat menemukan ketentuan perundang-undangan yang mengatur mengenai pemberian nama anak. Demikian pula, kami tidak dapat menemukan ketentuan peraturan perundang-undangan yang memuat aturan tentang nama-nama yang dilarang digunakan untuk nama anak di Indonesia.

 

Meskipun tidak ada peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang pemberian nama anak, orang tua diharapkan tetap memperhatikan salah satu prinsip dasar Konvensi Hak-Hak Anak sebagaimana diatur Pasal 2 huruf b UU Perlindungan Anak, yaitu kepentingan terbaik bagi anak.

 

Lebih jauh, di dalam Penjelasan Umum UU Perlindungan Anak ditegaskan bahwa orang tua bertanggung jawab untuk menjamin pertumbuhan dan perkembangan anak, baik fisik, mental, spiritual maupun sosial. Berdasarkan hal itu, menurut hemat kami, orang tua punya tanggung jawab untuk memberikan nama yang terbaik bagi anak. Hal ini diharapkan dapat menimbulkan kepercayaan diri kepada anak, sehingga anak dapat mengembangkan segala potensi dan bakat yang dimilikinya semaksimal mungkin.

 

Pada sisi lain, hal-hal lain yang perlu diperhatikan dalam pemberian nama anak adalah soal pencantuman nama marga. Pembahasan mengenai hal ini Anda dapat simak di dalam artikel-artikel berikut:

-      Masalah Pemakaian Nama Marga dalam Dokumen Kependudukan

-      Bermasalah Karena Diberi Marga Batak

 

Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.

 

Dasar hukum:

1.    Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (Burgerlijk Wetboek) Staatsblad Nomor 23 Tahun 1847

2.    Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia

3.    Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak