Proses Pendaftaran Merek dan Gugatan Pembatalannya

Bacaan 7 Menit
Proses Pendaftaran Merek dan Gugatan Pembatalannya
Pertanyaan

Jika kita mendaftarkan suatu merek, apakah langsung dapat diterbitkan bukti "permohonan pendaftaran merek" oleh DJKI atau harus dicek dahulu? Pengalaman saya mendaftarkan suatu merek sejak Mei '08 sampai hari ini belum ada penolakan, tetapi nyatanya ada pihak yang menggugat merek yang saya daftarkan tersebut ke pihak kepolisian dengan tuduhan dugaan pemalsuan merek atas dasar Pasal 91 UU Merek yakni "persamaan pada pokoknya", sedangkan dari pihak DJKI belum ada penolakan. Mohon tanggapannya. 

Intisari Jawaban
Hak atas Merek diperoleh setelah Merek tersebut terdaftar, yakni setelah permohonan melalui proses pemeriksaan formalitas, proses pengumuman, dan proses pemeriksaan substantif serta mendapatkan persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (“Menteri”) untuk diterbitkan sertifikat.
 
Kalaupun Merek yang Anda mohonkan telah terdaftar, bukan berarti Anda lolos dari kemungkinan gugatan pembatalan. Pasal 76 ayat (1) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis (“UU MIG”) menyebutkan gugatan pembatalan merek dapat diajukan oleh pihak yang berkepentingan (pemilik Merek terdaftar, jaksa, yayasan/lembaga di bidang konsumen, dan majelis/lembaga keagamaan) berdasarkan alasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20 dan/atau 21 UU MIG.
 
Penjelasan lebih lanjut dapat Anda klik ulasan di bawah ini.