Rabu, 19 September 2018

Hukumnya Mengganti Merek Terdaftar Milik Orang Lain

Hukumnya Mengganti Merek Terdaftar Milik Orang Lain

Pertanyaan

Saya seorang pelaku usaha UKM ingin melebarkan bisnis dengan cara waralaba. Saya ingin menanyakan mengenai boleh atau tidak apabila seorang pengusaha melakukan repacking dengan penggantian merek tanpa izin tetapi tidak melakukan penjualan secara langsung ke konsumen melainkan ke Mitra Usaha/Pembeli Waralaba. Contohnya sebagai berikut, saya biasa menggunakan tepung dengan merk Semut Merah untuk tepung ayam goreng saya. Oleh karena saya ingin mewaralabakannya dan mitra harus membeli bahan baku untuk membuat ayam goreng tentunya untuk menjaga kerahasiaan dari tepung yang biasa saya pakai, maka saya harus repacking tepung tersebut dengan mengganti kemasan serta menambahkan merek dan logo ayam goreng milik saya di tepung tersebut. 1. Pertanyaan saya apakah hal ini legal atau tidak? Melanggar HKI atau tidak? 2. Pengurusan ijin P-IRT, halal dan ijin lainnya, apakah hanya dengan memberikan nomor pendaftaran dari merek tersebut? Apakah ada kemungkinan dipersulit? 3. Apakah ada kendala secara hukum atau ada kemungkinan gugatan apabila saya melakukan hal ini?

Intisari Jawaban

Terkait dengan pengemasan makanan itu sendiri, berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2004 tentang Keamanan, Mutu, dan Gizi Pangan (PP 28/2004), secara khusus telah diatur pada Pasal 20 sebagai berikut:
  1. Setiap orang dilarang membuka kemasan akhir pangan untuk dikemas kembali dan diperdagangkan.
  2. Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak berlaku terhadap pangan yang pengadaannya dalam jumlah besar dan lazim dikemas kembali dalam jumlah kecil untuk diperdagangkan lebih lanjut.
  3. Setiap orang yang mengemas kembali pangan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) wajib melakukan pengemasan pangan secara benar untuk menghindari terjadinya pencemaran terhadap pangan.
Dalam ketentuan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis (UU MIG), tidak ada sanksi pidana bagi orang yang mengganti merek terdaftar yang ada pada suatu produk lalu menempelkan mereknya sendiri. Akan tetapi, ada hukum lain yang bisa menjerat pelaku yang melakukan tindakan tersebut.
Jalan terbaik yang dapat Anda lakukan agar terhindar dari masalah hukum dan risiko kerugian bisnis yang lebih besar adalah melakukan kerjasama dengan perusahaan yang memproduksi tepung. Biasanya perusahaan besar demikian memiliki produk-produk atau cara sendiri untuk bekerja sama dalam hal memasarkan tepung produksi mereka.
Penjelasan lebih lanjut dapat Anda simak dalam ulasan di bawah ini.

 

Lihat Ulasan Lengkap

Ingin Masalah Anda Segera Tuntas?

Percayakan masalah hukum Anda ke ahlinya. Hubungi konsultan hukum profesional, hanya Rp299.000,- per 30 menit.

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
MITRA : IPAS Institute
Konsultan Hak Kekayaan Intelektual pada Intellectual Property Advisory Services (IPAS) Institute
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua