Haruskah Mengubah Kewarganegaraan karena Alasan Agama?

Bacaan 9 Menit
Haruskah Mengubah Kewarganegaraan karena Alasan Agama?
Pertanyaan

Apabila ada seorang WNI yang menganut suatu agama yang bukan agama resmi di Indonesia, seperti Agama Yahudi (Yudaisme), apakah seseorang tersebut diharuskan untuk pindah kewarganegaraan demi keamanan dan keselamatan nyawanya? Apabila negara yang dituju itu misalnya adalah negara Afrika, yaitu Maroko atau Mesir atau negara Afrika yang lainnya, masihkah mereka memiliki paham Anti-Yahudi? Apakah benua Afrika masih aman untuk dihuni oleh penganut Yudaisme (Yahudi)? Berapa banyak negara Afrika yang mengakui Agama Yahudi sebagai agama sah? Terima kasih.

 

Intisari Jawaban

Agama merupakan salah satu elemen di dalam data perseorangan menurut Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan dan perubahannya. Agama yang dianut di Indonedsia terdiri atas Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Khong Hu Cu (Confusius). Enam macam agama ini adalah agama-agama yang dipeluk hampir seluruh penduduk Indonesia. Namun demikian, tidak berarti agama di luar enam agama tersebut dilarang di Indonesia, termasuk Yahudi. Mereka mendapat jaminan penuh seperti yang diberikan oleh konstitusi dan mereka dibiarkan adanya, asal tidak melanggar ketentuan-ketentuan yang terdapat dalam Penetapan Presiden Nomor 1 Tahun 1965 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama atau peraturan perundangan lain.

 

Di sisi lain, pilihan untuk memeluk salah satu agama yang tidak umum dipeluk di Indonesia tidak dapat menjadi alasan bagi seseorang untuk kehilangan kewarganegaraan. Namun demikian, seseorang tetap dapat berpindah kewarganegaraan atas kehendaknya sendiri.

 

Penjelasan selengkapnya dapat Anda simak dalam ulasan di bawah ini.