Kamis, 16 Januari 2020

Hukum Duplikasi Website Perusahaan

Hukum Duplikasi Website Perusahaan

Pertanyaan

Saya membuat website perusahaan dengan meminta bantuan seorang freelancer. Pihak freelancer mengerjakan website perusahaan saya dan diletakkan di server perusahaan lain yang juga menggunakan jasa freelancer tersebut. Setelah beberapa bulan, saya baru menyadari bahwa selain aktif di server perusahaan saya, website perusahaan saya ternyata belum dinonaktifkan di server perusahaan lain. Sehingga ketika mengetikkan nama perusahaan saya di mesin pencari, akan muncul dua website. Yang satu website resmi perusahaan saya, yang satu lagi website dengan konten dari perusahaan saya namun ada di alamat website perusahaan lain.   Yang menjadi masalah, website yang tidak resmi itu merupakan e-commerce yang bisa terjadi transaksi di dalamnya, namun tidak ada admin yang menjalankan web tersebut. Alhasil ketika seseorang membeli sesuatu di web tersebut, setelah membayar tidak akan menerima produk yang jelas karena web nya tidak ada adminnya. Saya sudah berkali-kali menghubungi freelancer dan perusahaan lain tersebut, namun tidak pernah ada jawaban. Apakah saya bisa membawa masalah ini ke ranah hukum?

Intisari Jawaban

Dalam suatu website mungkin terdapat elemen-elemen yang dilindungi oleh hak cipta. Elemen tersebut di antaranya berupa konten asli, kode asli, foto, karya seni atau gambar asli, serta konten video yang dibuat. Elemen-elemen tersebut dimasukkan dan ditampilkan di dalam website. Jika freelancer pembuat website menggunakannya tanpa persetujuan tertulis atau tanpa ada izin, hal tersebut dapat dikategorikan sebagai pelanggaran hak cipta.
 
 
Penjelasan selengkapnya dapat Anda klik ulasan di bawah ini.

 

Lihat Ulasan Lengkap

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua