Senin, 18 Mei 2020

Dianggap Meniru Kata-kata Bijak untuk Desain Kaus, Dapatkah Dipidana?

Dianggap Meniru Kata-kata Bijak untuk Desain Kaus, Dapatkah Dipidana?

Pertanyaan

Saya punya usaha kaus yang dihiasi kata-kata bijak. Kata-kata pada kaus yang saya produksi tersebut kebetulan sama persis dengan kata-kata pada kaus yang telah diproduksi lebih dulu oleh kompetitor. Apakah saya bisa dituntut atau dikasuskan oleh kompetitor tersebut? Soalnya, kompetitor tersebut mengaku telah mematenkan semua kata-kata bijaknya tersebut.   Kata-kata itu saya munculkan tanpa menyontek, tanpa sengaja walau ternyata sama persis dengan kompetitor. Masa iya kami dalam memproduksi kata-kata harus mengecek satu persatu apakah kata bijak serupa sudah diproduksi oleh kompetitor? Padahal diksi/pilihan kata kan cuma itu-itu saja. Makanya saya kurang sepakat apabila kalimat tersebut diklaim hanya sebagai buah pikir miliknya, lantas orang lain tidak boleh menggunakannya? Apakah orang lain yang memiliki buah pikir yang sama tidak boleh memproduksi dan mengkomersilkan sendiri?

Intisari Jawaban

Di satu sisi, suatu desain kaus yang di dalamnya terdapat kata-kata bijak dapat didaftarkan dengan perlindungan desain industri. Syaratnya, desain kaus tersebut memiliki bentuk, konfigurasi, atau komposisi garis atau warna, atau garis dan warna, atau gabungan daripadanya yang berbeda dengan desain kaus yang telah diproduksi terlebih dahulu.
 
Namun di sisi lain, kata-kata bijak yang dicetak di atas kaus masih dapat dilindungi oleh hak cipta. Jika perusahaan lain sudah memublikasikan terlebih dahulu kata-kata bijak tersebut, dan seseorang menggunakan kata-kata bijak tersebut tanpa izin, maka yang bersangkutan berpotensi dianggap melanggar hak cipta.
 
Penjelasan selengkapnya dapat Anda klik ulasan di bawah ini.

 

Lihat Ulasan Lengkap

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua