Jual-Beli Tanah, Begini Rumus Hitung BPHTB

Bacaan 3 Menit
Jual-Beli Tanah, Begini Rumus Hitung BPHTB
Pertanyaan

Kantor kami melakukan penjualan aset tanah dan bangunan pada tahun 2016 dengan pembayaran menggunakan sistem angsuran yang baru lunas pada akhir tahun 2018. Namun akta jual belinya ditandatangani awal tahun 2020, permasalahan yang timbul kemudian dan menjadi pertanyaan kami adalah pengenaan pajak BPHTB didasarkan pada NJOP tahun berapa? Jika NJOP 2019 yang menjadi dasar pengenaan, siapa yang harus menanggung BPHTB? Mengingat kami telah melakukan penjualan di tahun 2016, serta kenaikan NJOP dari tahun 2016 s.d 2019 sangat signifikan. Kami keberatan jika harus menanggung pajak BPHTB penjualan yang didasarkan NJOP 2018 atau 2019. Mohon solusinya. Terima kasih.

Intisari Jawaban

Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (“BPHTB”) adalah pajak yang dikenakan atas perolehan tanah dan/atau bangunan yang termasuk perbuatan atau peristiwa hukum orang pribadi atau badan.

Adapun pihak yang menanggung BPHTB adalah si pembeli, bukan Anda selaku penjual. Kemudian meskipun dibayar secara mengangsur atau mencicil sejak tahun 2016 dan lunas pada tahun 2018, namun akta jual beli baru ditandatangani pada tahun 2020, sehingga dasar pengenaan pajak adalah setahun sebelumnya yaitu tahun 2019.

Penjelasan lebih lanjut dapat Anda klik ulasan di bawah ini.