Order Fiktif Makanan Online, Ini Jerat Hukum Bagi Pelaku!

Bacaan 4 Menit
Order Fiktif Makanan <i>Online</i>, Ini Jerat Hukum Bagi Pelaku!
Pertanyaan

Baru-baru ini, saya mengalami kejadian yang tidak menyenangkan. Tiba-tiba, seorang driver ojek online datang mengantarkan makanan yang tidak saya pesan dalam jumlah yang cukup banyak. Setelah saya lihat, memang benar bahwa alamat pengiriman makanan tersebut tercantum nama panggilan dan alamat rumah saya, namun nomor HP yang tercantum dalam pesanan itu bukan nomor saya. Saat nomor tersebut dihubungi, si pemilik nomor tidak menjawab. Padahal, saat si driver memesan makanan, si pemesan aktif membalas chatdriver. Dari situ, barulah kami menyadari bahwa pesanan makanan tersebut adalah order fiktif. Sebenarnya, bagaimana perlindungan hukum bagi korban dalam hal terjadi order fiktif?

Intisari Jawaban

Perbuatan pelaku yang membuat pesanan makanan melalui aplikasi penyedia layanan pesan antar makanan dengan nama, nomor handphone, dan alamat palsu dapat dikategorikan sebagai order fiktif.

Order fiktif ini tentunya amat merugikan baik bagi pemilik alamat, driver, maupun perusahaan penyedia layanan pesan antar makanan. Atas perbuatan pelaku yang meresahkan ini, pasal apakah yang dapat dikenakan untuk menjerat pelaku?

Penjelasan lebih lanjut dapat Anda klik ulasan di bawah ini.