Selasa, 23 Oktober 2018

Apakah Ide Penyelenggaraan Event Dilindungi Hak Cipta?

Apakah Ide Penyelenggaraan Event Dilindungi Hak Cipta?

Pertanyaan

Saya memiliki sebuah konsep penyelenggaraan kegiatan (dalam hal ini kegiatan hiburan dan sosial), kemudian saya ingin menyelenggarakannya bekerjasama dengan berbagai pihak. Namun yang saya khawatirkan jika di kemudian hari ide konsep saya ini diakui oleh seseorang untuk keuntungan pribadinya tanpa seizin saya sebagai penciptanya. Bagaimanakah saya harus melindungi ide konsep saya ini? Apakah bisa suatu kegiatan (event) didaftarkan sebagai kekayaan intelektual? Jika bisa, masuk dalam kekayaan intelektual jenis apa? dan perlukah saya daftarkan sebagai kekayaan intelektual?

Ulasan Lengkap

 
Perlindungan Hak Cipta
Konsep atau ide adalah sesuatu yang memiliki nilai amat tinggi bagi pencetusnya karena tidak semua orang mampu menghasilkan suatu ide yang cemerlang. Akan tetapi, sebuah ide atau konsep saja tidak akan mendapatkan perlindungan apabila ia hanya berhenti pada sebuah ide atau konsep.
 
Pasal 41 Undang-Undang Nomor 28 tahun 2014 tentang Hak Cipta (UU Hak Cipta”) menyatakan secara tegas sebagai berikut:
 
Hasil karya yang tidak dilindungi Hak Cipta meliputi:
  1. hasil karya yang belum diwujudkan dalam bentuk nyata;
  2. setiap ide, prosedur, sistem, metode, konsep, prinsip, temuan atau data walaupun telah diungkapkan, dinyatakan, digambarkan, dijelaskan, atau digabungkan dalam sebuah Ciptaan; dan
  3. alat, Benda, atau produk yang diciptakan hanya untuk menyelesaikan masalah teknis atau yang bentuknya hanya ditujukan untuk kebutuhan fungsional.
 
Apabila Anda ingin agar ide atau konsep Anda dilindungi oleh hukum hak cipta, maka ide tersebut haruslah diwujudkan dalam bentuk nyata sebagaimana dipersyaratkan dalam Pasal 1 angka 3 UU Hak Cipta yang menyatakan bahwa ciptaan adalah setiap hasil karya cipta di bidang ilmu pengetahuan, seni, dan sastra yang dihasilkan atas inspirasi, kemampuan, pikiran, imajinasi, kecekatan, keterampilan, atau keahlian yang diekspresikan dalam bentuk nyata.
 
Tips Agar Ide Bisnis Tak ‘Dicuri’ Orang Lain
Syarat perlindungan suatu karya adalah bahwa ia telah diwujudkan dalam bentuk nyata dan dapat diperbanyak. Jika Anda memiliki kekhawatiran bahwa ide atau konsep Anda akan ‘dicuri’ oleh pihak lain sebelum Anda memiliki kesempatan untuk secara memadai mengamankan ide Anda menjadi suatu karya atau produk yang dapat memperoleh perlindungan kekayaan intelektual, hindari mendiskusikan ide Anda dengan orang lain. Anda harus berhati-hati dalam membagi informasi penting dan tidak mempromosikan ide Anda dalam segala macam forum publik sampai Anda benar-benar mewujudkan dan melindunginya karena siapa pun dapat mengambil ide Anda dan kemudian mewujudkannya untuk diri mereka sendiri.
 
Pastikan Anda telah meneliti latar belakang calon rekan bisnis Anda jika ingin bekerja sama dengan pihak lain. Untuk melindungi karya Anda, Anda bisa meminta calon rekan bisnis Anda untuk menandatangani Non-Disclosure Agreement atau perjanjian kerahasiaan sebelum mengungkapkan ide atau konsep Anda.
 
Kembali kepada pertanyaan, apakah bisa ide atau konsep suatu kegiatan (event) didaftarkan sebagai salah satu ciptaan yang dilindungi hukum kekayaan intelektual? Jawabannya adalah tidak bisa, mengingat ide atau konsep tidak memenuhi syarat-syarat perlindungan sebagai suatu ciptaan.
 
Sebagai referensi lainnya, Anda dapat simak artikel Hukumnya Bila Mencuri Ide Bisnis Orang Lain.
 
Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.
 
Dasar Hukum:

 

Kembali ke Intisari

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
MITRA : IPAS Institute
Konsultan Hak Kekayaan Intelektual pada Intellectual Property Advisory Services (IPAS) Institute
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua