Jumat, 06 October 2017

Menyimpan Lagu Ciptaan dan Dicuri Orang Lain, Dapatkah Mengajukan Tuntutan Hukum?

Menyimpan Lagu Ciptaan dan Dicuri Orang Lain, Dapatkah Mengajukan Tuntutan Hukum?

Pertanyaan

Pertanyaan ini saya ajukan karena saya termasuk orang ceroboh. Begini, saya sedang menciptakan lagu dan saya tulis di buku namun tidak segera saya ajukan hak ciptanya dan hanya saya simpan saja. Tanpa sepengetahuan saya, ternyata karya saya itu diketahui oleh teman saya, dengan diam-diam teman saya itu mendaftarkan lagu saya untuk dimiliki hak ciptanya, dalam hal ini saya terlambat. Apakah saya bisa menuntut teman saya karena telah mencuri karya saya tersebut? Terima kasih atas jawabannya.

Ingin Masalah Anda Segera Tuntas?

Percayakan masalah hukum Anda ke ahlinya. Hubungi konsultan hukum profesional, hanya Rp299.000,- per 30 menit.

Ulasan Lengkap

Intisari:

 

 

Prinsip utama dalam perlindungan Hak Cipta adalah prinsip deklaratif. Hak Cipta timbul secara otomatis apabila suatu ciptaan telah diwujudkan dalam bentuk nyata dengan cara deklarasi. Oleh karena itu, untuk mendapatkan perlindungan Hak Cipta tidak diperlukan adanya pendaftaran atas ciptaan. Yang dapat Anda lakukan adalah Pencatatan Ciptaan dan produk Hak Terkait.

 

Selanjutnya, mengenai apakah Anda dapat menuntut teman Anda karena telah mencuri karya Anda tersebut, maka menurut hemat kami, Anda akan kesulitan dalam membuktikan originalitas dari lagu ciptaan Anda karena sebelumnya Anda juga tidak pernah mempublikasikannya sesuai prinsip deklaratif.

 

Penjelasan lebih lanjut dapat Anda simak dalam ulasan di bawah ini.

 

 

 

Ulasan:

 

Terima kasih atas pertanyaan Anda. Kami turut prihatin atas permasalahan yang Anda hadapi.

 

Prinsip Deklaratif

Perlu Anda ketahui bahwa prinsip utama dalam perlindungan Hak Cipta adalah prinsip deklaratif. Hal ini diatur dengan tegas dalam Pasal 1 angka 1 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta (“UU Hak Cipta”) yang berbunyi:

 

Hak Cipta adalah hak eksklusif pencipta yang timbul secara otomatis berdasarkan prinsip deklaratif setelah suatu ciptaan diwujudkan dalam bentuk nyata tanpa mengurangi pembatasan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

 

Dari ketentuan di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa sebagai suatu hak yang eksklusif, Hak Cipta timbul secara otomatis apabila suatu ciptaan telah diwujudkan dalam bentuk nyata dengan cara deklarasi. Hal inilah yang membedakan Hak Cipta dengan Hak Atas Merek, yang perlindungannya didasarkan pada siapa yang pertama kali melakukan pendaftaran haknya, sesuai dengan asas first to file.

 

Oleh karena itu, untuk mendapatkan perlindungan Hak Cipta tidak diperlukan adanya pendaftaran atas ciptaan. Yang dapat Anda lakukan adalah Pencatatan Ciptaan dan produk Hak Terkait sebagaimana dimaksud dalam Pasal 64 ayat (1) UU Hak Cipta. Namun sekali lagi, pencatatan hak cipta bukan merupakan syarat untuk mendapatkan Hak Cipta dan Hak Terkait.[1] Pelindungan suatu ciptaan dimulai sejak ciptaan itu ada atau terwujud dan bukan karena pencatatan. Hal ini berarti suatu ciptaan baik yang tercatat maupun tidak tercatat tetap dilindungi.[2] Pencatatan dimaksudkan untuk kepentingan pembuktian manakala terjadi sengketa atas Hak Cipta tersebut.

 

Menjawab pertanyaan pokok Anda, yang menanyakan mengenai lagu ciptaan Anda yang Anda tulis dalam buku lalu disimpan saja, kemudian lagu tersebut ternyata didaftarkan oleh teman Anda, maka menurut pandangan kami, lagu ciptaan Anda tersebut belum memenuhi prinsip deklaratif yang diatur dalam UU Hak Cipta. Untuk ke depannya, kami menyarankan Anda dapat mengunggah (upload) lagu ciptaan Anda pada situs (website) yang bersifat umum, misalnya pada website www.youtube.com. Dengan mengunggah lagu ciptaan Anda, maka secara otomatis Anda sudah memperoleh perlindungan atas hak cipta Anda karena prinsip deklaratif, bahkan dalam Youtube akan tercatat dengan tepat waktu pengunggahan lagu yang Anda lakukan.

 

Pencurian Karya Cipta

Selanjutnya, mengenai pertanyaan Anda apakah Anda dapat menuntut teman Anda karena telah mencuri karya Anda tersebut, maka menurut hemat kami, Anda akan kesulitan dalam membuktikan originalitas dari lagu ciptaan Anda karena sebelumnya Anda juga tidak pernah mempublikasikannya sesuai prinsip deklaratif. Di sisi lain, teman Anda juga sudah melakukan pencatatan hak cipta atas lagu tersebut, meskipun menurut Pasal Pasal 64 ayat (1) UU Hak Cipta, suatu pencatatan bukanlah merupakan syarat untuk mendapatkan Hak Cipta.

 

Demikian jawaban dari kami. Semoga bermanfaat dan dapat memberikan pencerahan hukum untuk Anda.

 

Dasar hukum:

Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

 

 

 



[1] Pasal 64 ayat (2) UU Hak Cipta

[2] Penjelasan Pasal 64 ayat (2) UU Hak Cipta

 


Perjuangan Anda Jangan Berhenti di Artikel Ini

Konsultan hukum profesional siap membantu Anda. Konsultasikan masalah Anda, hanya Rp299.000,- per 30 menit.

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua