Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara (APHTN-HAN) akan menyelenggarakan Musyawarah Nasional (Munas) ke-VII pada tanggal 25 hingga 28 April 2025, bertempat di Sanur, Bali.
Sekretaris Jenderal APHTN-HAN, Prof. Bayu Dwi Anggono, menegaskan bahwa Munas kali ini bukan hanya agenda internal organisasi seperti pemilihan kepengurusan baru, tetapi juga menjadi ruang refleksi dan proyeksi atas tantangan-tantangan konstitusional dan administrasi pemerintahan yang tengah dihadapi Indonesia.
“Munas ini adalah momentum untuk menyatukan pemikiran, memperkuat jejaring akademik, serta mempertegas posisi APHTN-HAN sebagai center of excellence dalam pengembangan ilmu hukum tata negara dan administrasi negara,” ujar Prof. Bayu kepada Hukumonline, Selasa (15/4).
Baca Juga:
- Bahas Kondisi Negara, Konferensi APHTN-HAN 2023 Bakal Digelar di Batam
- Konferensi Nasional APHTN-HAN ke-2 Dibuka, Konflik Rempang Ikut Dibahas
Adapun rangkaian penyelenggaraan Munas ini dimulai pada Jumat, 25 April 2025, dengan Seminar Nasional bertema “Perubahan UU Pemilu Menuju Tata Kelola Pemilu Yang Berkepastian dan Berkeadilan”. Narasumber dari seminar ini terdiri dari Ketua KPU RI Mochammad Afifuddin, Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda, serta Akademisi Fakultas Hukum Universitas Indonesia/Pengurus Pusat APHTN-HAN Fitriani Ahlan Sjarif.
Selain seminar nasional, dalam Munas ini juga ada pembahasan peserta munas dalam diskusi panel, sidang komisi, serta penyampaian rekomendasi ilmiah terhadap isu-isu strategis HTN dan HAN. Kemudian, agenda utama dalam Munas ini yaitu penataan kepengurusan untuk masa bakti 5 tahun berikutnya dan program kerja yang akan dilakukan.
Prof. Bayu menyebut Munas APHTN HAN Ke VII ini mengusung tema “Memperkuat Peran APHTN-HAN sebagai Organisasi Keilmuan yang Inklusif dan Kontributif untuk Kemajuan Bangsa dan Negara”. Munas ini, kata dia, menjadi forum strategis dalam merumuskan arah kebijakan organisasi serta memperkuat eksistensi APHTN-HAN sebagai wadah silaturahmi dan wadah keilmuan dosen HTN dan HAN dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
















