Bencana yang Tidak Alamiah dan Pembangunan-Pertumbuhan Ekonomi
OPINI

Bencana yang Tidak Alamiah dan Pembangunan-Pertumbuhan Ekonomi

Banyak peraturan perundang-undangan di bidang pengelolaan sumber daya alam dan regulasi terkait investasi dan pertumbuhan ekonomi jelas menunjukkan kecenderungan mendahulukan pertumbuhan ekonomi daripada perlindungan-pelestarian lingkungan. Makanya, ada anggapan kurang lebih kebijakan pembangunan (ekonomi) memiliki korelasi dengan munculnya, sebaran dan tingkat kerusakan bencana.

•Bacaan 7 Menit
TP
Penulis Opini

Dengan lugas ditunjukkan kenyataan bagaimana dalam sejarah ternyata sejumlah budaya besar runtuh dan menghilang dari muka bumi. Sekaligus darinya juga dapat dipinjam pertanyaan yang diajukan salah satu mahasiswanya: apa yang dipikirkan seorang penebang ketika ia memutuskan untuk menebang pohon terakhir yang ada atau dapat ditambahkan ketika seorang pemburu menembak mati harimau terakhir. Kendati begitu, seperti dituliskan Slavoj Žižek, (against progress, 2025) manusia, terutama negara memilih – dihadapan terlalu banyak bukti sebaliknya – untuk percaya bahwa kemajuan (progress), pembangunan adalah satu-satunya jalan keselamatan umat manusia.  Optimisme yang juga ditunjukkan oleh Tania Li (the will to improve: Governmentality, Development, and the Practice of Politics, 2007) ketika berbicara tentang developmentalisme dan keengganan untuk memperhitungkan biaya dan kerugian ketika memproyeksikan kemajuan pembangunan yang niscaya.

 

*) Tristam Pascal Moeliono, Dosen Fakultas Hukum Universitas Katolik Parahyangan

Artikel Opini ini adalah tulisan pribadi Penulis, isinya tidak mewakili pandangan Redaksi Hukumonline

bencana alambencana nasionalekonomi
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info