Proses hukum dalam perkara dugaan korupsi tidak hanya menetukan nasib orang yang menjadi terdakwa. Di baliknya, ada keluarga yang turut menghadapi ketidakpastian, kehilangan rasa aman, hingga stigma sosial akibat perkara yang menjerat orang terdekat mereka.
Dampak itu dirasakan Roria Pakpahan, istri Edward Corne, mantan pejabat PT Pertamina Patra Niaga yang terjerat perkara tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina (Persero). Ketika perkara tersebut mencuat ke publik, Roria tidak hanya harus menghadapi proses hukum yang dijalani suaminya, tetapi juga stigma yang turut dirasakan anak-anaknya.
Ia ingat betul peristiwa Februari 2025 sebagai masa ketika keluarganya terpukul oleh pemberitaan perkara yang menjerat Edward. Saat itu, kasus tersebut ramai diberitakan dengan sebutan BBM oplosan dan angka kerugian negara yang mencapai Rp1.000 triliun.
Bagi Roria, besarnya angka yang disampaikan ke publik dan label yang melekat pada perkara tersebut menjadi beban tersendiri bagi keluarga.
“Pada saat itu keluarga kami sangat terpukul karena tuduhan itu sangat jauh dari apa yang pernah kami bayangkan,” ujar Roria saat berbagai kisahnya di Diskusi Kelopak, Senin (26/10/2026).
Baca juga:
- Dissenting Opinion, Nalar yang Kalah dalam Vonis Kriminalisasi Kebijakan
- Strategi Pembelaan Kriminalisasi dengan Business Judgment Rule
- Ledakan Kriminalisasi Kebijakan: Niat Jahat vs. Iktikad Baik
Ia menyoroti istilah ‘oplosan’ yang ramai diberitakan, tetapi tidak tercantum dalam dakwaan di persidangan. Hal ini memunculkan pertanyaan mengenai kesenjangan antara persepsi publik dan tuduhan formal yang diperiksa pengadilan. Selain itu, perubahan angka kerugian negara dari Rp1.000 triliun menjadi Rp285 triliun dalam pemberitaan juga menimbulkan tanda tanya.
















