Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan berpandangan pemerintah yakin implementasi persetujuan RCEP bakal berdampak terhadap naiknya Gross Domestic Product (GDP) Indonesia. Menurutnya, pelaksanaan perjanjian yang dilakukan negara-negara Asia Tenggara dengan Australia, Jepang, Republik Korea, Republik Rakyat Tiongkok dan Selandia Baru tersebut digadang-gadang sebagai salah satu perjanjian perdagangan terbesar.
Menurutnya, pemerintah berkeyakinan implementasi persetujuan RCEP sebagai mega Free Trade Agreement (FTA) alias perjanjian perdagangan bebas bakal mendatangkan manfaat bagi Indonesia. Seperti meningkatkan GDP sebesar 0,07 persen atau Rp38,33 triliun dan Foreign Direct Investment (FDI) sebesar 0,13 persen atau setara Rp23,53 triliun di tahun 2045.
Mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) periode 2014-2019 itu berpandangan kepastian dan keseragaman aturan perdagangan dapat meningkatkan akses pasar ekspor bagi barang dan jasa. Kemudian memperkuat iklim investasi serta mendorong peningkatan dan pemberdayaan UMKM yang berorientasi ekspor. Bahkan, meningkatkan berbagai bentuk kerja sama dan alih teknologi serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok di kawasan.
“Dan saatnya memang Indonesia menyerbu pasar itu sekarang,” ujarnya.
Baginya, dengan semangat membangun bangsa dan kepedulian semua pihak, pemerintah dan pelaku usaha serta pengawasan yang dilakukan oleh DPR, RCEP dapat mendorong pertumbuhan dan pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19. Bahkan mampu meningkatkan kesejahteraan umum bagi seluruh rakyat Indonesia.
“Dengan disetujuinya Rancangan Undang-Undang ini menjadi Undang-Undang oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, maka terbentuklah payung hukum Persetujuan RCEP,” katanya.
















