"Saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Yang Mulia Prof. Dr. M. Syarifuddin atas bimbingan dan inspirasinya. Insya Allah, saya akan melanjutkan semua capaian positif yang telah beliau wujudkan di Mahkamah Agung," ujar Sunarto.
Selain itu, dia juga menyerukan agar kompetisi di internal MA digantikan dengan semangat kolaborasi. "Mari kita akhiri kompetisi ini, dan gantikan dengan kolaborasi. Kesuksesan institusi ini hanya bisa tercapai jika kita bekerja sama dengan solid." tambahnya.
Pemilihan Sunarto sebagai Ketua MA merupakan babak baru bagi lembaga peradilan tertinggi di Indonesia. Sunarto, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua MA Bidang Non-Yudisial, dikenal sebagai figur yang tegas dan inovatif dalam menerapkan reformasi di tubuh peradilan.
Sementara itu, M. Syarifuddin, Ketua MA yang saat ini masih menjabat mengucapkan selamat atas terpilihnya Sunarto menjadi Ketua MA yang baru sekaligus menggantikannya memimpin MA. Dia mengatakan bahwa semoga amanah besar yang akan diemban oleh Sunarto dapat membawa Mahkamah Agung menuju pencapaian dan prestasi yang lebih baik, lebih maju, serta memberikan kemudahan bagi semua.
Dengan berakhirnya proses pemilihan ini, kata dia, tiba saatnya untuk kembali bersatu dalam semangat kebersamaan dan kebanggaan. Tidak ada lagi persaingan dan perbedaan, serta tidak ada lagi dukung-mendukung.
“Mari kita berikan dukungan penuh kepada Ketua Mahkamah Agung yang baru, dengan mengiringi langkah dan perjalanannya dalam memimpin Mahkamah Agung ke depan,” imbuhnya.
Dia mengingatkan bahwa jabatan bukanlah sekadar simbol kekuasaan atau kedudukan, melainkan sebuah tanggung jawab yang dititipkan oleh Allah SWT melalui kepercayaan yang diberikan oleh para Hakim Agung.
“Oleh karena itu, mari kita jalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya,” tutupnya.
















