Ketua MA: Representasi Hakim Perempuan di Indonesia Belum Ideal
Utama

Ketua MA: Representasi Hakim Perempuan di Indonesia Belum Ideal

Termasuk komposisi kepemimpinan hakim perempuan pada pengadilan. Tapi terdapat peningkatan signifikan komposisi calon hakim perempuan dari penerimaan cakim tahun 2017 dan penerimaan analis perkara pengadilan yang diproyeksikan sebagai cakim tahun 2022.

Ferinda K Fachri
Bacaan 4 Menit

Hukumonline.com

Presiden Asosiasi Hakim Wanita Internasional Susan Glazebrook.

Ia memandang hakim wanita seringkali ditugaskan pada pengadilan yang berorientasi sosial, seperti pengadilan keluarga dan pengadilan anak saja. Kurangnya diversitas di lingkungan yudisial ini dirasa amat mengkhawatirkan. Padahal, dari sejumlah penelitian yang Susan dapatkan, dapat dijumpai fakta bahwa pengadilan yang diverse adalah pengadilan yang lebih baik untuk membuat putusan yang lebih baik dan inovatif.

Menurutnya, wanita dan kaum minoritas membawa pengalaman hidup dan perspektif atas perannya yang berbeda. Dengan pendekatan hukum yang dilakukan melalui lensa unik mereka, dapat memperkaya kontribusinya dalam mengembangkan hukum. Pada lembaga yudisial modern, pemikiran keragaman ini perlu dilakukan oleh seluruh anggota termasuk laki-laki.

Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info