Suasana Grand Ballroom Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat dimana tempat diselenggarakannya Rapat Anggota Tahunan (RAT) Asosiasi Kurator dan Pengurus Indonesia (AKPI) 2025 pada selasa (26/8/2025) terasa berbeda dari biasanya. Bukan seminar, bukan pula diskusi akademis, melainkan momen penting: pemilihan Ketua Umum AKPI Periode 2025-2028. Para kurator yang biasanya dikenal serius dengan analisis dan kajian, kali ini tampil penuh warna dengan gaya berdemokrasi yang unik dan penuh kehebohan.

Sejak pagi, para kurator berdatangan dengan semangat. Ada yang membawa jargon dan poster dukungan, ada pula yang tampil santai sambil melempar humor. Ruangan yang biasanya hening, berubah riuh oleh teriakan dukungan, tawa, bahkan adu yel-yel.

Tahap perkenalan para calon menjadi salah satu momen paling seru. Setiap kandidat tidak hanya memaparkan visi-misinya, tapi juga berusaha tampil kreatif. Ada yang menambahkan pantun, ada yang menyisipkan cerita inspiratif, bahkan ada yang menirukan gaya orator terkenal untuk mencairkan suasana. Para kurator yang hadir pun menyambut dengan tepuk tangan meriah, seolah sedang berada di sebuah festival ide.

Puncaknya adalah proses voting pada malam harinya. Layaknya pemilu mini, setiap kurator mengantri untuk memberikan suara. Ada yang berbisik menyiapkan strategi, ada yang tertawa sambil berseloroh, “Jangan-jangan suara saya menentukan sejarah AKPI!” Ketegangan dan keceriaan bercampur menjadi satu.

Lewat pukul 24.00 WIB, sorak sorai di Grand Ballroom Hotel Shangri-La belum juga padam. Tampak para petugas hotel mulai membereskan satu per satu kursi. Menjadikan area yang sedari pagi dipenuhi para anggota AKPI, mulai berubah fungsi. Separuhnya, bahkan sudah ditata kembali untuk keperluan esok paginya.

Namun, pada waktu-waktu inilah, semangat para anggota AKPI justru makin membara. Setiap lembar suara yang dibacakan, memancing gelombang tepuk tangan, sorak-sorai, semangat, juga harapan bagi empat Calon Ketua Umum AKPI Periode 2025-2028. Proses yang panjang ini, menjadi puncak acara dari Rapat Anggota Tahunan (RAT) AKPI 2025.

Sesuai amanat AD/ART AKPI, sidang dimulai dengan pemaparan Laporan Pertanggungjawaban Kegiatan dan Keuangan Pengurus AKPI 2024–2025. Dilanjutkan dengan Laporan Pertanggungjawaban Dewan Kehormatan Profesi AKPI Periode 2022-2025. Setelah itu, ruang rapat beralih menjadi arena kontestasi: pemilihan Ketua Umum dan Dewan Kehormatan Profesi AKPI Periode 2025–2028.

Proses pemilihan dan penghitungan berlangsung manual. Para pemilih yang sudah terverifikasi, satu per satu dipersilakan memasuki bilik transparan. Tak boleh ada alat perekam. Transparansi dijaga sepenuh hati, di mana seluruh anggota AKPI yang hadir, menjadi saksi sekaligus penentu arah organisasi selama tiga tahun ke depan.

Saat hasil diumumkan, sorak sorai menggema. Yang terpilih disambut dengan pelukan hangat dan tepuk tangan panjang, sementara kandidat lain dengan sportivitas tinggi ikut merayakan kemenangan. Tidak ada yang kalah, karena yang menang adalah semangat demokrasi itu sendiri.
Di akhir acara, seorang kurator berkomentar sambil tersenyum: “Beginilah demokrasi ala AKPI—serius tapi tetap heboh, penuh canda tapi tetap bermakna.”

Dan benar saja, dari balik kehebohan dan keseruan itu, tersirat pelajaran penting: demokrasi bukan hanya soal memilih pemimpin, tetapi juga memupuk kebersamaan, kebebasan berekspresi, dan rasa persaudaraan diantara sesama anggota organisasi.
















