Pemerintahan di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto menargetkan pembangunan ekonomi yang ambisius. Setidaknya dengan target pertumbuhan mencapai 8 persen selama lima tahun ke depan. Selain fokus pada pembangunan infrastruktur fisik seperti jalan, jembatan, dan bendungan, pemerintah juga menaruh perhatian besar pada infrastruktur digital.
Staf Ahli Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Okto Irianto mengatakan salah satu pilar utama dalam pembangunan antara lain data center. Menurutnya data center berperan penting dalam mendukung perkembangan teknologi kecerdasan buatan alias artificial intelligence (AI).
“Pasar AI sudah luar biasa, bahkan sebagai pemain utama dan tren dalam dunia teknologi dan ekonomi. Ada hal yang perlu diperhatikan agar bisa dimanfaatkan secara maksimal, yaitu teknologi AI harus di support dengan data center,” ujar Okto dalam sebuah diskusi bertajuk “Masa Depan Sektor Strategis di Pemerintahan Baru: Zonasi Lahan Data Center dan Terobosan AI di Sektor Kesehatan”, Kamis (20/2/2025).
Baca juga:
- Keharusan Perusahaan Kooperatif dalam Persaingan Usaha
- Untung Rugi Penempatan Data Center di Dalam Negeri
- Berdekatan dengan Pemilu, Pengaturan Penempatan Data Center Ditunda
AI dan data center tidak bisa dipisahkan. Data center menurut Okto menyediakan infrastruktur untuk menjalankan aplikasi AI. Sementara AI membutuhkan data center untuk menyimpan dan memproses data. Okto menilai infrastruktur AI dan data center bakal berhasil jika didukung oleh zonasi yang tepat untuk investasi.
Menurutnya, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) harus mengidentifikasi lahan yang ideal untuk membangun data center. Termasuk ruang yang sesuai agar infrastruktur pendukung, seperti pasokan air, listrik, dan konektivitas tinggi dapat terpenuhi. Selain itu, kementerian terkait diharapkan dapat mengidentifikasi zona ideal bagi pembangunan data center yang harus terpisah dari kawasan permukiman.
“Perlu adanya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat agar tercipta umpan balik yang dapat membantu merumuskan kebijakan yang tepat,” imbuh dia.
















