Ragam Motivasi Penerus Advokat Senior Masuki Dunia Lawyering
Law Firm Story

Ragam Motivasi Penerus Advokat Senior Masuki Dunia Lawyering

Selain ada ketertarikan pribadi terhadap ilmu hukum, tersimpan banyak cerita bagaimana 3 penerus advokat senior Indonesia ini akhirnya memutuskan untuk mengikuti jejak orang tuanya di dunia lawyering.

Oleh:
Ferinda K Fachri
Bacaan 6 Menit

“Sekarang banyak kantor baru ya, ada boutique law firm, lalu ada kantor law firm berafiliasi dengan asing. Kita mencoba terus keep up sama perkembangan yang ada. Apalagi kita memasuki rebranding kantor, menampilkan tampilan kantor yang baru,” terangnya.

Kini dijumpai lebih banyak lawyer muda berbakat di LSM Law Firm. Mereka diberikan kesempatan dengan tetap berada di bawah tuntunan dari advokat yang lebih senior. Keberadaan para lawyer muda yang mempunyai kemampuan baik ini dinilai bisa menjadi penggerak kantor di masa mendatang.

Tondi mengaku ada beberapa benefit yang didapatkan dari bekerja pada kantor hukum yang telah memiliki nama besar seperti LSM Law Firm. Antara lain tidak perlu kesulitan dalam menyusun strategi marketing karena eksistensinya telah cukup besar memberikan dampak.

“Histori sudah berbicara sendiri. Walau kita tetap cari klien baru, tapi boleh dibilang orang yang ada case, kita mungkin jadi salah satu yang dipertimbangkan. Walau itu jadi beban juga untuk kita karena ekspektasi klien jelas lebih tinggi dibandingkan kantor hukum lain. Karenanya, kita tetap jaga kualitas dan tetap produktif.”

Hukumonline.com

Seperti diketahui, Lubis, Santosa & Mitra (LSM Law Firm) merupakan rebranding dari nama sebelumnya bernama Lubis, Santosa, & Maulana (LSM) yang didirikan pada tahun 1986 silam. Lalu, dalam perjalanannya berubah menjadi menjadi Lubis, Santosa, Marimis (LSM) seiring keluarnya Maulana dalam jajaran partner. Kini, praktis pendiri LSM Law Firm hanya Todung Mulya Lubis dan Lelyana Santosa. Namun, saat acara rebranding belum lama ini, Todung menginginkan branding baru ini lebih menampilkan LSM Law Firm sebagai institusi kantor hukum, bukan individu.

Alasan membuka kantor sendiri

Berbeda, anak advokat senior mendiang Mohamad Assegaf yakni Ahmad Jamal Assegaf lebih memilih membuka kantor hukum sendiri. Ahmad Jamal Assegaf membuka kantor hukum bernama Assegaf Kawilarang & Associates pada 2018 dengan pengalaman 15 tahun menjadi advokat. Saat ini dia menduduki posisi Managing Partner di kantor hukum tersebut.

Hanya saja, sebelum terjun ke beberapa law firm ternama di Indonesia, Jamal pernah menimba ilmu di kantor hukum milik sang ayah meski tidak terlalu lama. Setelah itu Jamal memilih bergabung dengan salah satu prestigious law firm (LGS) di Jakarta.

Tags:

Berita Terkait