Ragam Motivasi Penerus Advokat Senior Masuki Dunia Lawyering
Law Firm Story

Ragam Motivasi Penerus Advokat Senior Masuki Dunia Lawyering

Selain ada ketertarikan pribadi terhadap ilmu hukum, tersimpan banyak cerita bagaimana 3 penerus advokat senior Indonesia ini akhirnya memutuskan untuk mengikuti jejak orang tuanya di dunia lawyering.

Oleh:
Ferinda K Fachri
Bacaan 6 Menit

“Setelah meniti karier sebagai seorang corporate lawyer selama lebih dari 15 tahun di sejumlah law firm terkemuka di Indonesia, saya memiliki keinginan memberi pelayanan jasa hukum yang lebih personal kepada klien, dan saya percaya dengan firma hukum sendiri, saya memiliki kesempatan membangun hubungan yang lebih kuat dengan klien dan merespons kebutuhan mereka dengan lebih cermat,” terang Jamal kepada Hukumonline.

Hukumonline.com

Jamal melihat adanya kebutuhan jasa hukum dari perusahaan-perusahaan rintisan yang sedang berkembang terlepas dari financial constraint yang ada. Mereka memerlukan jasa hukum yang andal dari praktisi berpengalaman yang mampu keep up dengan struktur-struktur transaksi yang inovatif dan terobosan ide-ide bisnis yang sangat cepat. 

Namun seringkali kebutuhan jasa hukum dari perusahaan rintisan semacam ini tidak dapat terlayani akibat billing policy law firm yang terkesan cukup kaku.

Excellent legal service must be accessible to everyone, saya percaya terlepas dari financial consideration yang ada, setiap klien berhak atas jasa hukum yang terbaik. Keinginan menerapkan prinsip ini yang mendorong saya untuk merintis Assegaf Kawilarang & Associates bersama dengan partner yang tidak hanya berpengalaman dan berkompetensi tinggi dalam bidang hukum, tapi juga memiliki visi yang sama,” kata Jamal.

Saat ini Assegaf Kawilarang & Associates telah dipercaya untuk menangani sejumlah transaksi korporasi yang melibatkan berbagai sektor usaha, termasuk dalam berbagi sektor yang dapat dikategorikan highly regulated industry

Selain transaksi korporasi kompleks, Assegaf Kawilarang & Associates juga berfokus menyediakan layanan jasa hukum untuk day-to-day legal corporate matter melalui skema jasa hukum retainer untuk perusahaan, termasuk perusahaan rintisan, yang masih belum memiliki divisi hukum sendiri ataupun untuk mendukung performa divisi hukum yang ada. 

“Untuk perkembangannya, alhamdulillah pada tahun 2021 kami masuk ke dalam top 30 largest law firm corporate practices dan pada tahun 2022 dinobatkan sebagai Rising Star Non-Litigation Practice oleh Hukumonline. Kami juga terus berkembang dan menjadi wadah yang inklusif, suportif, dan kolaboratif bagi para lulusan hukum yang passionate untuk meniti karier sebagai lawyer, khususnya corporate lawyer,” tuturnya.

Meski memilih tidak meneruskan law firm milik sang ayah, Jamal memiliki kebanggaan dapat mendirikan law firm sendiri. Apalagi law firm yang ia dirikan memberikan dampak yang baik untuk para kliennya. “Terlebih lagi ketika saya melihat law firm saya dirikan memberi impact yang positif bagi kegiatan usaha klien kami. Bagi saya, dukungan dan kepercayaan klien hal yang utama, karena kami tumbuh bersama dengan klien kami.”

Tags:

Berita Terkait