Rayakan 26 Tahun, Hukumonline Perluas Dampak Sosial Lewat AI Hukum
Terbaru

Rayakan 26 Tahun, Hukumonline Perluas Dampak Sosial Lewat AI Hukum

Memasuki usia ke-26, Hukumonline terus mengembangkan solusi berbasis teknologi untuk mendukung kebutuhan praktisi hukum, dunia usaha, akademisi, pemerintah, dan masyarakat. Hukumonline berharap inovasi yang dikembangkan dapat memberikan manfaat yang semakin luas sekaligus mendukung perkembangan ekosistem hukum Indonesia.

Tim Hukumonline
Bacaan 5 Menit

Dengan fitur ini, pengguna dapat memperoleh ringkasan dokumen secara otomatis, analisis terhadap aspek substansi dan redaksional, rekomendasi penyempurnaan, serta berdiskusi langsung dengan dokumen melalui antarmuka percakapan berbasis AI. Fitur tersebut dirancang untuk membantu mempercepat proses peninjauan kebijakan sekaligus mendukung kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.

Arkka menjelaskan AIlex dikembangkan di atas basis data hukum Hukumonline yang telah dibangun dan dikurasi selama lebih dari dua dekade. Dalam penggunaannya, profesional hukum tetap memegang peran utama dalam melakukan analisis, memberikan pertimbangan, dan mengambil keputusan.

"AI tidak menggantikan advokat, hakim, akademisi, maupun legal counsel. AI dirancang untuk membantu mereka bekerja lebih produktif, sehingga dapat lebih fokus pada analisis, strategi, dan pengambilan keputusan yang memerlukan penilaian manusia," ujar Arkka.

Memasuki usia ke-26, Hukumonline terus mengembangkan solusi berbasis teknologi untuk mendukung kebutuhan praktisi hukum, dunia usaha, akademisi, pemerintah, dan masyarakat. Berbekal pengalaman lebih dari dua dekade di bidang informasi dan teknologi hukum, Hukumonline berharap inovasi yang dikembangkan dapat memberikan manfaat yang semakin luas sekaligus mendukung perkembangan ekosistem hukum Indonesia.

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) menilai teknologi hukum yang disediakan Hukumonline sangat membantu dalam meningkatkan kualitas advokasi lingkungan hidup, pendampingan masyarakat, serta kerja-kerja penelitian. Teknologi ini mampu memangkas waktu yang sebelumnya digunakan untuk menelusuri berbagai sumber hukum, sehingga dapat dialihkan untuk memperkuat upaya advokasi dan perlindungan lingkungan hidup.

"Kami mengapresiasi langkah Hukumonline yang memilih WALHI sebagai mitra kolaborasi untuk memperkuat advokasi lingkungan hidup, memperluas akses terhadap informasi hukum, serta mendukung perjuangan masyarakat dalam mempertahankan dan memperjuangkan hak lingkungan hidup dan hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat," ujar Direktur Eksekutif Nasional WALHI, Boy Jerry Even Sembiring.

WALHI sebagai salah satu mitra program AIlex for Good percaya bahwa kolaborasi ini menunjukkan bahwa teknologi tidak hanya dapat digunakan untuk kepentingan ekonomi, tetapi juga untuk memperkuat keadilan ekologis dan pemenuhan hak asasi manusia.

Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info