Dalam dunia kerja, setiap orang memikul tanggung jawab atas tugas dan informasi yang digunakan dalam mengambil keputusan. Ketika pekerjaan itu kemudian menjadi bagian dari perkara pidana, keterangan orang yang terlibat di dalamnya perlu dilihat secara utuh, apa yang ia ketahui, apa yang ia kerjakan, kepada siapa informasi diberikan, dan dalam situasi apa keputusan dibuat.

Bagi terdakwa, kesaksian bukan sekadar bagian dari pembuktian. Orang yang pernah bekerja bersama dan memahami proses suatu pekerjaan dapat menerangkan hal-hal yang tidak selalu terlihat dari dokumen atau hasil akhirnya. Harapannya sederhana, peristiwa dapat digambarkan sebagaimana adanya, termasuk proses dan informasi yang melatarbelakangi suatu keputusan.
Di Balik Sebuah Kesaksian
Harapan itu terasa lebih kuat ketika saksi dan terdakwa sebelumnya berada dalam hubungan kerja. Saksi mungkin pernah menerima atau memberikan informasi, menjalankan tugas, atau berada dalam rangkaian pekerjaan yang kemudian dipersoalkan. Karena itu, yang penting di persidangan bukan hanya isi keterangannya, tetapi juga apa yang benar-benar ia ketahui, dari mana pengetahuan itu diperoleh, dan dalam kapasitas apa ia bekerja ketika peristiwa terjadi.
Bagi terdakwa, rekan kerja lama bukan orang asing. Ada pekerjaan yang dikerjakan bersama, informasi yang saling disampaikan, dan kepercayaan yang tumbuh dari hubungan kerja. Wajar jika terdakwa berharap orang yang mengetahui proses tersebut menyampaikan apa yang benar-benar diketahuinya.
Harapan itu tentu berbeda dengan meminta untuk dibela. Terdakwa hanya berkepentingan agar peristiwa tidak dilihat dari satu sisi. Apa yang terjadi sebelum keputusan dibuat, informasi apa yang tersedia ketika itu, siapa yang menjalankan pekerjaan, dan bagaimana informasi disampaikan merupakan bagian dari peristiwa yang perlu dilihat secara utuh.
Di situlah suara saksi menjadi penting. Ia dapat menerangkan bagian peristiwa yang mungkin tidak diketahui orang lain. Namun, keterangannya tetap harus diuji dalam proses pembuktian.
Ketika Seseorang Harus Bersaksi
Menjadi saksi bukan hal yang mudah, terlebih jika yang harus diceritakan berkaitan dengan pekerjaan bersama atasan atau rekan sejawat. Hubungan yang pernah terjalin, kepercayaan yang pernah diberikan, dan pekerjaan yang pernah dilakukan bersama tidak hilang begitu saja ketika seseorang duduk di kursi saksi.
















