Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono mengatakan harus ada ketegasan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) maupun dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) soal gugurnya sejumlah prajurit TNI dalam misi perdamaian di Lebanon akibat serangan Israel.
Dia menegaskan keselamatan prajurit harus diutamakan dan memperjelas operasi yang tengah dijalankan. Sebab, kata dia, perang antara Hizbullah dengan Israel tengah berkecamuk di kawasan itu hingga menewaskan prajurit TNI.
"Kami sangat amat sedih dan kami sangat menyampaikan belasungkawa yang amat dalam kepada keluarga korban dan juga kepada seluruh prajurit TNI," kata Dave seperti dilansir Antara, Selasa (31/3).
Baca Juga:
- Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Serangan ke Markas UNIFIL Langgar Hukum Internasional
- Indonesia Diminta Menarik Diri dari Board of Peace
Dia menilai semestinya sudah ada rotasi prajurit TNI yang bertugas di Lebanon untuk misi perdamaian tersebut, baik jumlahnya dikurangi atau pengubahan pola operasi.
"Kembali kepada Mabes TNI dan juga Kementerian Pertahanan untuk memetakan ulang tugas-tugas dan operasi prajurit kita di Lebanon," kata dia.
Sepengetahuannya, dia mengatakan jumlah personel Pasukan Perdamaian di Lebanon itu ada sekitar hampir 5.000 orang dan sekitar 800 orang merupakan prajurit TNI. Jika tidak bisa dinyatakan aman, dia menilai sebaiknya operasi dihentikan terlebih dahulu, sampai situasi benar-benar kondusif.
















