TNI dan PBB Didesak Evaluasi Operasi Perdamaian di Lebanon
Terbaru

TNI dan PBB Didesak Evaluasi Operasi Perdamaian di Lebanon

Harus ada ketegasan dari TNI soal prajurit yang gugur di Lebanon.

M. Agus Yozami
Bacaan 3 Menit
Prajurit TNI sedang menjalankan misi perdamaian dunia di bawah bendera United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Foto: Tangkapan layer YouTube
Prajurit TNI sedang menjalankan misi perdamaian dunia di bawah bendera United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Foto: Tangkapan layer YouTube

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono mengatakan harus ada ketegasan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) maupun dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) soal gugurnya sejumlah prajurit TNI dalam misi perdamaian di Lebanon akibat serangan Israel.

Dia menegaskan keselamatan prajurit harus diutamakan dan memperjelas operasi yang tengah dijalankan. Sebab, kata dia, perang antara Hizbullah dengan Israel tengah berkecamuk di kawasan itu hingga menewaskan prajurit TNI.

"Kami sangat amat sedih dan kami sangat menyampaikan belasungkawa yang amat dalam kepada keluarga korban dan juga kepada seluruh prajurit TNI," kata Dave seperti dilansir Antara, Selasa (31/3).

Baca Juga:

Dia menilai semestinya sudah ada rotasi prajurit TNI yang bertugas di Lebanon untuk misi perdamaian tersebut, baik jumlahnya dikurangi atau pengubahan pola operasi.

"Kembali kepada Mabes TNI dan juga Kementerian Pertahanan untuk memetakan ulang tugas-tugas dan operasi prajurit kita di Lebanon," kata dia.

Sepengetahuannya, dia mengatakan jumlah personel Pasukan Perdamaian di Lebanon itu ada sekitar hampir 5.000 orang dan sekitar 800 orang merupakan prajurit TNI. Jika tidak bisa dinyatakan aman, dia menilai sebaiknya operasi dihentikan terlebih dahulu, sampai situasi benar-benar kondusif.

Halaman Selanjutnya:
Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info