Universitas Jayabaya Inisiasi Kolaborasi Internasional di IC-RMUTK 2025, Gandeng Lima PTS Indonesia
Terbaru

Universitas Jayabaya Inisiasi Kolaborasi Internasional di IC-RMUTK 2025, Gandeng Lima PTS Indonesia

Ke depan, inisiatif Universitas Jayabaya ini akan terus diarahkan untuk menjembatani kerja sama internasional, memperluas kolaborasi riset, dan mencetak sumber daya manusia unggul yang berdaya saing di tingkat dunia.

Hanifah Dwi Jayanti
Bacaan 2 Menit
Perwakilan Universitas Jayabaya bersama perwakilan Rajamangala University of Technology Krungthep (RMUTK) dalam 6th International Conference of Rajamangala University of Technology Krungthep (IC-RMUTK) 2025 di Bangkok, Thailand. Foto: Istimewa
Perwakilan Universitas Jayabaya bersama perwakilan Rajamangala University of Technology Krungthep (RMUTK) dalam 6th International Conference of Rajamangala University of Technology Krungthep (IC-RMUTK) 2025 di Bangkok, Thailand. Foto: Istimewa

Pascasarjana Universitas Jayabaya semakin meneguhkan kiprahnya sebagai kampus berwawasan global dengan menjadi inisiator utama kerja sama internasional bersama Rajamangala University of Technology Krungthep (RMUTK), Thailand. Langkah strategis ini diwujudkan melalui penyelenggaraan 6th International Conference of Rajamangala University of Technology Krungthep (IC-RMUTK) 2025 yang berlangsung di Ramada Plaza by Wyndham Bangkok Riverside, Thailand.

Konferensi internasional bertema “Global Issues in Social Science, Law & Business Environment” tersebut menghadirkan akademisi, peneliti, mahasiswa, serta praktisi dari berbagai negara.

Baca Juga:

Pascasarjana Jayabaya Gelar Konferensi Internasional di Thailand

Menjaga Etika di Era AI sebagai Tantangan Baru Pendidikan Tinggi Hukum

Sebagai penggagas, Universitas Jayabaya tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga memimpin jalannya kerja sama lintas negara ini. Jayabaya turut menggandeng lima perguruan tinggi swasta (PTS) Indonesia yakni Universitas Borobudur, Universitas Pancasila, Universitas Bhayangkara, Universitas Surakarta, dan Universitas Aisyah Pringsewu.

Selain konferensi dan riset bersama, kerja sama internasional ini diperluas dengan agenda Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berskala internasional. Pascasarjana Universitas Jayabaya menyelenggarakan kegiatan PkM di kampus RMUTK yang berfokus memperkenalkan kebudayaan Indonesia kepada mahasiswa setempat. Inisiatif ini tidak hanya menjadi bagian dari pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi, tetapi juga berfungsi sebagai ajang diplomasi budaya Indonesia di kancah global.

Rektor Universitas Jayabaya, Prof. Fauzie Yusuf Hasibuan, yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Wakil Rektor I Prof. Herliati, menekankan pentingnya peran Jayabaya sebagai inisiator. Rektor didukung penuh oleh Direktur Program Pascasarjana Yuhelson, Wakil Direktur I Nurhakim, Ketua Unit Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Publikasi (UP2P) Ferdian Arie Bowo.

Hukumonline.com

Jajaran perwakilan Universitas Jayabaya bersama perwakilan Rajamangala University of Technology Krungthep (RMUTK) dalam 6th International Conference of Rajamangala University of Technology Krungthep (IC-RMUTK) 2025 di Bangkok, Thailand.

Kegiatan ini juga melibatkan seluruh Prodi di Program Pascasarjana Universitas Jayabaya yaitu Program Doktor yang dihadiri Kaprodi Prof. Abd. Latif dan Sekprodi Kristiawan, Program Magister Ilmu Hukum yang dihadiri oleh Kaprodi Maryano, Magister Managemen yang dihadiri oleh Musa Alkadhim Alhabshy, dan dua Program Magister lainya yaitu dari Magister Kenotariatan dan Magister Komunikasi yang masing-masing diwakili oleh para dosen-dosennya.

“Universitas Jayabaya tidak hanya membuka jalan, tetapi juga memastikan kerja sama internasional ini menghasilkan manfaat nyata. Kolaborasi dengan perguruan tinggi di Thailand dan Indonesia ini akan menciptakan pertukaran dosen dan mahasiswa, riset bersama, seminar internasional, hingga publikasi ilmiah yang memberi kontribusi positif bagi dunia akademik, termasuk Pengabdian Masyarakat yang memperkenalkan kekayaan budaya kita,” ujar Prof. Fauzie.

Inisiatif ini menegaskan bahwa Universitas Jayabaya mampu memposisikan diri sebagai motor penggerak diplomasi pendidikan tinggi Indonesia. IC-RMUTK 2025 di Bangkok bukan sekadar forum akademik, melainkan juga simbol keterlibatan aktif Indonesia dalam percaturan akademik dan budaya internasional.

Melalui langkah ini, Universitas Jayabaya berharap dapat terus memperluas jejaring global, meningkatkan kualitas riset, dan menghadirkan lulusan yang siap menghadapi tantangan global. Ke depan, inisiatif Universitas Jayabaya ini akan terus diarahkan untuk menjembatani kerja sama internasional, memperluas kolaborasi riset, dan mencetak sumber daya manusia unggul yang berdaya saing di tingkat dunia.

Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info