KetenagakerjaanKetenagakerjaan
Bolehkah Perusahaan Membayar THR Lebih Awal?
Bacaan 4 Menit

PERTANYAAN
Saya seorang karyawan swasta. Saya mau bertanya bolehkah perusahaan membayar THR lebih awal di bulan ramadan?
Pro

Pusat Data
Koleksi peraturan perundang-undangan dan putusan pengadilan yang sistematis serta terintegrasi
Solusi
Wawasan Hukum
Klinik
Tanya jawab gratis tentang berbagai isu hukum
Berita
Informasi dan berita terkini seputar perkembangan hukum di Indonesia
Jurnal
Koleksi artikel dan jurnal hukum yang kredibel untuk referensi penelitian Anda
Event
Informasi mengenai seminar, diskusi, dan pelatihan tentang berbagai isu hukum terkini
Klinik
Berita
Login
Pro
Layanan premium berupa analisis hukum dwibahasa, pusat data peraturan dan putusan pengadilan, serta artikel premium.
Solusi
Solusi kebutuhan dan permasalahan hukum Anda melalui pemanfaatan teknologi.
Wawasan Hukum
Layanan edukasi dan informasi hukum tepercaya sesuai dengan perkembangan hukum di Indonesia.
Catalog Product
Ada Pertanyaan? Hubungi Kami


Bacaan 4 Menit

Saya seorang karyawan swasta. Saya mau bertanya bolehkah perusahaan membayar THR lebih awal di bulan ramadan?
Terima kasih atas pertanyaan Anda.
Artikel di bawah ini adalah pemutakhiran dari artikel dengan judul yang sama yang dibuat oleh Dimas Hutomo, S.H., dan pertama kali dipublikasikan pada 23 Mei 2019.
Seluruh informasi hukum yang ada di Klinik hukumonline.com disiapkan semata – mata untuk tujuan pendidikan dan bersifat umum (lihat Pernyataan Penyangkalan selengkapnya). Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan Konsultan Mitra Justika.
Perlu Anda pahami, pemerintah pusat menetapkan kebijakan pengupahan sebagai salah satu upaya mewujudkan hak pekerja/buruh atas penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.[1] Kebijakan pengupahan ditetapkan sebagai salah satu upaya mewujudkan hak pekerja/buruh atas penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.[2]
Kebijakan pengupahan ditujukan untuk pencapaian penghasilan yang memenuhi penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. Penghasilan tersebut diperoleh dalam bentuk upah dan pendapatan non-upah.[3]
Upah terdiri atas komponen:[4]
Pasal 8 PP Pengupahan mengatur bahwa pendapatan non-upah dapat berupa tunjangan hari raya keagamaan (“THR”). Selain THR, pengusaha dapat memberikan pendapatan non-upah berupa:[5]
Jadi, berdasarkan penjelasan tersebut dapat kita simpulkan bahwa THR merupakan bentuk pendapatan non-upah sebagai salah satu upaya mewujudkan hak pekerja/buruh atas penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.
THR diberikan paling lambat kapan? THR wajib diberikan/dibayarkan oleh pengusaha kepada pekerja/buruh paling lambat 7 hari sebelum hari raya keagamaan.[6] Hal serupa juga ditegaskan kembali dalam Angka 2 SE Menaker No. M/2/HK.04/III/2024.
Mengenai cara menghitung THR, Anda dapat membacanya dalam artikel berjudul Apakah Karyawan Baru 1 Bulan Dapat THR?
Lalu menjawab pertanyaan Anda, bolehkah perusahaan membayar THR di awal bulan ramadan? Pada prinsipnya tidak ada aturan lebih lanjut mengenai boleh tidaknya THR dibayarkan lebih awal. Namun jika merujuk SE Menaker No. M/2/HK.04/III/2024 dihimbau agar perusahaan membayar THR lebih awal sebelum jatuh tempo kewajiban pembayaran THR (hal. 2).
Sehingga menurut hemat kami, pembayaran THR lebih awal di bulan ramadan dapat saja dilakukan, sebab yang diatur adalah pembayaran paling lambat 7 hari sebelum hari raya keagamaan. Justru dengan THR dibayar lebih awal, perusahaan terhindar dari sanksi terlambat membayar THR.
Baca juga: Pembayaran THR Tak Boleh Dicicil, Ini Dasar Hukumnya
Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.
Dasar Hukum: