Personalisasi
Halo,
Anda,

Segera Upgrade paket berlangganan Anda.
Dapatkan fitur lebih lengkap
Profil
Ada pertanyaan? Hubungi Kami
Bahasa
id-flag
en-flag

Dapatkah Perusahaan Membeli Saham Perusahaan Lainnya?

Share
copy-paste Share Icon
Bisnis

Dapatkah Perusahaan Membeli Saham Perusahaan Lainnya?

Dapatkah Perusahaan Membeli Saham Perusahaan Lainnya?
Rensy Budihardjo, S.H.Ardianto & Masniari Counselors at Law
Ardianto & Masniari Counselors at Law
Bacaan 10 Menit
Dapatkah Perusahaan Membeli Saham Perusahaan Lainnya?

PERTANYAAN

Saya ingin mengajukan pertanyaan mengenai: 1) Apakah suatu perusahaan dapat membeli/memiliki saham di perusahaan lain? 2) Bagaimanakah pengaturannya apabila salah satu perusahaan tersebut bersifat Tbk (terbuka), misalnya PT A memiliki saham di PT B Tbk?

DAFTAR ISI

    INTISARI JAWABAN

    Secara sederhana, sebuah perusahaan dapat membeli atau memiliki saham pada perusahaan lain baik pada perusahaan bersifat tertutup maupun terbuka. Namun perlu diperhatikan kembali mengenai ketentuan pembelian saham pada perseroan terbuka yang harus tunduk pada ketentuan di bidang pasar modal.

     

    Penjelasan lebih lanjut dapat Anda baca ulasan di bawah ini.

    ULASAN LENGKAP

    Terima kasih atas pertanyaan Anda.

     

    Artikel di bawah ini adalah pemutakhiran dari artikel dengan judul Pembelian Saham oleh Perusahaan (Perseroan Terbatas) yang dibuat oleh Bimo Prasetio, S.H. & Asharyanto, S.H.I. dan pertama kali dipublikasikan pada Kamis, 4 Juli 2013.

    KLINIK TERKAIT

    Tips Agar Terhindar dari Jebakan Saham Gorengan

    Tips Agar Terhindar dari Jebakan Saham Gorengan

     

    Kepemilikan Saham oleh Perusahaan

    Pasal 109 angka 2 Perppu Ciptaker yang mengubah Pasal 7 ayat (1) UU PT menjelaskan perseroan didirikan oleh dua orang atau lebih dengan akta notaris yang dibuat dalam bahasa Indonesia. Adapun yang dimaksud orang adalah orang perseorangan baik warga negara Indonesia maupun warga negara asing atau badan hukum Indonesia atau asing.

    Belajar Hukum Secara Online dari Pengajar Berkompeten Dengan Biaya TerjangkauMulai DariRp. 149.000

    Berdasarkan definisi di atas, perusahaan dalam bentuk Perseroan Terbatas  (“PT”) merupakan badan hukum diperbolehkan memiliki dan menjadi pemegang saham PT lainnya.

    Jual beli saham akan mengakibatkan pemindahan hak atas saham dari satu pemegang saham ke pemegang saham lain. Pemindahan tersebut harus dilakukan dengan akta pemindahan hak yang wajib dicatat dalam daftar pemegang saham sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 56 UU PT.

    Mengenai syarat-syarat atas pemindahan hak atas saham, dalam anggaran dasar PT dapat diatur syarat yang harus dipenuhi antara lain:[1]

    1. keharusan menawarkan terlebih dahulu kepada pemegang saham dengan klasifikasi tertentu atau pemegang saham lainnya;
    2. keharusan mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari organ perseroan; dan/atau
    3. keharusan mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari instansi yang berwenang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

    Dari perspektif PT yang bertindak sebagai pembeli maupun sebagai penjual perlu diperhatikan juga ketentuan atau persyaratan yang tercantum dalam anggaran dasarnya masing-masing saat akan melakukan pembelian atau penjualan saham.

     

    Pembelian Saham Perusahaan Terbuka

    Perseroan terbuka (“PT Tbk”) didefinisikan sebagai perseroan publik atau perseroan yang melakukan penawaran umum saham yang lebih lanjut diatur ketentuannya melalui peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal.[2]

    Terkait pembelian saham PT Tbk dilakukan melalui penjualan saham yang diperdagangkan di pasar modal yaitu dalam pasar perdana dan pasar sekunder sesuai dengan Pasal 6 ayat (1) POJK No. 22/OJK.04/2019.

    Sehingga, hal-hal yang perlu diperhatikan secara garis besar antara lain mencakup ketentuan pembelian saham dalam pasar perdana maupun pasar sekunder, ketentuan mengenai penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD), atau ketentuan mengenai tender offer. Dengan demikian, PT A dapat menjadi pemegang saham di PT B Tbk sepanjang memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

    Perkaya riset hukum Anda dengan analisis hukum terbaru dwibahasa, serta koleksi terjemahan peraturan yang terintegrasi dalam Hukumonline Pro, pelajari lebih lanjut di sini.

    Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.

     

    Dasar Hukum:

    1. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas;
    2. Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja Menjadi Undang-Undang yang telah ditetapkan sebagai undang-undang melalui Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023;
    3. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 22/OJK.04/2019 tentang Transaksi Efek.

    [1] Pasal 57 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (“UU PT”)

    [2] Pasal 109 angka 1 Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja Menjadi Undang-Undang yang mengubah Pasal 1 angka 7 UU PT

    Tags

    perusahaan terbuka
    uu perseroan terbatas

    Punya Masalah Hukum yang sedang dihadapi?

    atauMulai dari Rp 30.000
    Baca DisclaimerPowered byempty result

    TIPS HUKUM

    Cara Hitung Pesangon Berdasarkan UU Cipta Kerja

    24 Mar, 2023 Bacaan 10 Menit
    logo channelbox

    Dapatkan info berbagai lowongan kerja hukum terbaru di Indonesia!

    Kunjungi

    Butuh lebih banyak artikel?

    Pantau Kewajiban Hukum
    Perusahaan Anda Di Sini!