Pendaftaran Merek Asing di Indonesia

Bacaan 7 Menit
Pendaftaran Merek Asing di Indonesia
Pertanyaan

Saya pemegang merek asing dari suatu perusahaan asing dan saya juga ditunjuk sebagai distributor tunggal di Indonesia. Pertanyaan, apakah saya perlu mendaftarkan lagi merek asing tersebut mengingat di negaranya merek tersebut sudah didaftarkan? Kalaupun harus mendaftar ulang, lalu apakah saya harus melakukan pengecekan laboratorium lagi untuk formula dari barang tersebut di BPOMG dan Depkes?

 

Intisari Jawaban
?
Perlindungan hak atas merek bersifat teritorial. Dengan demikian, apabila terhadap merek tersebut ingin diberikan perlindungan hukum di Indonesia sehingga tidak dapat digunakan oleh pihak-pihak lain, maka merek tersebut harus didaftarkan di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Indonesia (?Ditjen KI?).
?
Dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek Dan Indikasi Geografis (?UU MIG?), telah diatur juga mengenai permohonan pendaftaran merek internasional dalam Pasal 52 ayat (1) UU MIG. Permohonan pendaftaran Merek internasional dapat berupa:
  1. Permohonan yang berasal dari Indonesia ditujukan ke biro internasional melalui Menteri Hukum dan HAM ("Menteri"); atau
  2. Permohonan yang ditujukan ke Indonesia sebagai salah satu negara tujuan yang diterima oleh Menteri dari biro internasional.
?
Jadi menurut hemat kami, dalam kasus Anda dapat juga perusahaan asing yang memegang hak atas merek asing tersebut mendaftarkan mereknya di Indonesia melalui cara Pendaftaran Internasional menurut Madrid Protocol berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2018 tentang Pendaftaran Merek Internasional Berdasarkan Protokol Terkait dengan Persetujuan Madrid Mengenai Pendaftaran Merek Secara Internasional. Setelah itu, barulah mengadakan perjanjian lisensi dengan Anda sebagai distributor tunggal di Indonesia.
?
Penjelasan lebih lanjut dapat Anda simak dalam ulasan di bawah ini.