Selasa, 31 Juli 2018

In Absentia pada Persidangan Tindak Pidana Korupsi

In Absentia pada Persidangan Tindak Pidana Korupsi

Pertanyaan

Dimana saya dapat mencari kasus korupsi yang diadili dengan sistem peradilan in absentia? Kalau bisa sekalian contohnya.

Intisari Jawaban

Perlu diketahui bahwa in absentia bukanlah merupakan sebuah sistem peradilan. In absentia sendiri dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki arti dalam keadaan tidak hadir (tentang tertuduh). Sehingga in absentia bukanlah salah satu jenis peradilan, melainkan kondisi dalam suatu persidangan. Kondisi itu antara lain dalam hukum acara pidana saat terdakwa tidak hadir, jika dalam hukum acara perdata dan hukum acara tata usaha Negara saat tergugat tidak hadir.
Kami mengambil contoh dari Putusan Pengadilan Negeri Palu Nomor 06/PID.SU/TIPIKOR/2013/PN.PL, Majelis Hakim pada Pengadilan Negeri Palu menjelaskan bahwa Terdakwa telah dipanggil secara patut dan tidak hadir di sidang pengadilan tanpa alasan yang sah. Berdasarkan ketentuan Pasal 38 ayat (1) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU 31/1999), maka persidangan dapat diperiksa dan diputus tanpa kehadiran terdakwa (In absentia). Hakim menyatakan Terdakwa terbukti secara sah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana didakwakan dalam dakwan subsidair, yaitu Pasal 3 jo. Pasal 18 UU 31/1999 sebagaimana telah diubah oleh Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU 20/2001) jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).
Sebagai informasi, Anda dapat mengakses putusan-putusan lainnya melalui laman Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia.
Penjelasan lebih lanjut dapat Anda simak dalam ulasan di bawah ini.

 

Lihat Ulasan Lengkap

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
PENJAWAB : Dimas Hutomo, S.H.
MITRA : Bung Pokrol
Dimas Hutomo mendapatkan gelar sarjana hukum dari Universitas Airlangga pada 2014 dengan mengambil Peminatan Sistem Peradilan.
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua