Pemegang Paten dalam Hubungan Kerja

Bacaan 6 Menit
Pemegang Paten dalam Hubungan Kerja
Pertanyaan

Apa yang dimaksud dengan pengalihan hak dalam paten? Apakah seorang tenaga kerja yang berhasil menemukan/menginvensi suatu produk/proses secara otomatis terkena pengalihan hak? Apakah hal tersebut harus diatur lebih dahulu oleh peraturan dari perusahaan atau mengacu kepada Pasal 12 ayat (1) UU No. 14 Tahun 2001 tentang Paten?

Intisari Jawaban
?
Tentunya tidak tepat jika dikatakan bahwa ?secara otomatis terkena pengalihan hak atas perolehan paten? tersebut. Melainkan, Pasal 12 ayat (1) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2016 tentang Paten mengatur pihak yang berhak untuk pertama kali memperoleh paten atas invensi yang dihasilkan dalam hubungan kerja adalah yang memberikan pekerjaan, atau bisa juga diperjanjikan lain antara pemberi kerja dan tenaga kerja tersebut, sehingga yang memperoleh paten atas invensinya adalah tenaga kerjanya. Perlu digarisbawahi juga bahwa hal tersebut bukanlah tahap/proses pengalihan hak dalam paten.
?
Jadi memang perlu diperjanjikan terlebih dahulu dalam perjanjian kerja apabila yang akan menjadi pemegang paten adalah tenaga kerjanya. Berbeda apabila yang akan menjadi pemegang paten adalah pemberi kerja, hal tersebut tidak perlu diperjanjikan lagi karena undang-undang sudah mengatur demikian.
?
Penjelasan lebih lanjut dapat Anda simak dalam ulasan di bawah ini.
?