Kamis, 22 March 2018

Mekanisme Adopsi Anak oleh Pasangan Perkawinan Campuran

Mekanisme Adopsi Anak oleh Pasangan Perkawinan Campuran

Pertanyaan

Kalau ada pasangan WNI (perempuan) dengan WNA (laki-laki) ingin mengadopsi anak di Indonesia, bagaimana mekanismenya? Bolehkah anak itu berbeda kewarganegaraan dengan ayahnya?

Intisari Jawaban

Dalam konteks pertanyaan Anda, pasangan tersebut adalah Warga Negara Indonesia (WNI) dan Warga Negara Asing (WNA). Merujuk pada Peraturan Menteri Sosial Nomor 110/HUK/2009 Tahun 2009 tentang Persyaratan Pengangkatan Anak (Permensos 110/2009), Pengangkatan Anak oleh Calon Orang Tua Angkat (COTA) yang salah seorangnya WNA termasuk sebagai Pengangkatan Anak antar WNI berdasarkan peraturan perundang-undangan melalui Lembaga Pengasuhan Anak.
Pada intinya, pelaksanaan pengangkatan anak oleh COTA yang salah seorangnya WNA dilakukan dengan tata cara sebagai berikut:
  1. Pengajuan permohonan izin pengasuhan anak kepada Kepala Instansi Sosial Provinsi;
  2. Penilaian kelayakan COTA dengan melakukan kunjungan rumah kepada keluarga COTA;
  3. Kepala Instansi Sosial Provinsi mengeluarkan Surat Izin Pengasuhan Sementara;
  4. Permohonan izin pengangkatan anak kepada Kepala Instansi Sosial Provinsi;
  5. Kepala Instansi Sosial mengeluarkan surat rekomendasi untuk Izin pengangkatan anak;
  6. Menteri Sosial mengeluarkan Keputusan tentang Izin Pengangkatan Anak untuk ditetapkan di pengadilan;
  7. setelah penetapan pengadilan dan selesai proses pengangkatan anak, pelaporan dan penyampaian salinan ke Departemen Sosial dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil kabupaten/kota untuk dicatat dan didokumentasikan.
Mengenai kewarganegaraan, tidak ada ketentuan yang melarang perbedaan kewarganegaraan antara si anak dengan orang tua angkatnya. Bahkan dalam ketentuan peraturan perundang-undangan diatur juga mengenai pengangkatan anak WNI oleh WNA. Ini berarti perbedaan kewarganegaraan tidak menjadi masalah.
Penjelasan lebih lanjut dapat Anda simak dalam ulasan di bawah ini.

 

Lihat Ulasan Lengkap

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
MITRA : Si Pokrol
Tri Jata Ayu Pramesti mendapatkan gelar sarjana hukum dari Universitas Indonesia pada 2011 dengan mengambil Program Kekhususan IV (Hukum tentang Kegiatan Ekonomi). 
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua