Selasa, 24 Maret 2020

Langkah Jika Penyelenggara Fintech Tak Selesaikan Transaksi Konsumen

Langkah Jika Penyelenggara Fintech Tak Selesaikan Transaksi Konsumen

Pertanyaan

Saya ada masalah dengan sebuah fintech ternama di Indonesia. Biasanya saya sangat mempercayakan tagihan-tagihan bulanan saya pada fintech ini. Bahkan 90% dari gaji saya langsung saya simpan di fintech supaya lebih mudah membayar tagihan bulanan keluarga. Sejak bulan Maret 2020, pertama kalinya aplikasi fintech ini bermasalah. Saya tidak bisa transfer. Saya sudah melapor pada fintech tersebut, tetapi tidak kunjung ditanggulangi dan sudah 4 hari tidak ada solusi yang jelas. Akibatnya semua tagihan saya terhambat dan merugikan keluarga saya. Saya mau bawa masalah ini ke jalur hukum, tapi saya kurang paham masalah hukum. Pasal-pasal apa saja yang bisa dikenakan?

Intisari Jawaban

Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) menjelaskan financial technology (“fintech”) dengan menggunakan sebutan Inovasi Keuangan Digital. Dalam hal terjadi penerimaan, penundaan, atau penolakan permohonan layanan keuangan digital, penyelenggara fintech wajib menyampaikan informasi pada konsumen sekaligus alasan penundaan atau penolakan tersebut.
 
Namun jika permasalahan Anda berlarut-larut tanpa adanya kejelasan, Anda dapat melaporkannya ke OJK melalui laman Layanan Konsumen Pengaduan OJK atau mengajukan gugatan perdata ke badan penyelesaian sengketa konsumen atau badan peradilan di tempat kedudukan konsumen.
 
Penjelasan lebih lanjut dapat Anda klik ulasan di bawah ini.

 

Lihat Ulasan Lengkap

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
MITRA : Bung Pokrol
Bernadetha Aurelia Oktavira mendapatkan gelar Sarjana Hukum dari Universitas Sebelas Maret pada tahun 2019 dengan peminatan Hukum Perdata.
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua