Sahkah Perjanjian Sewa atas Harta Bersama Tanpa Persetujuan Istri?

Bacaan 4 Menit
Sahkah Perjanjian Sewa atas Harta Bersama Tanpa Persetujuan Istri?
Pertanyaan
Saya mempunyai anak dua yang selama ini tidak dinafkahi oleh suami, karena saya bekerja dengan penghasilan cukup tinggi. Saya membeli rumah dari hasil usaha sendiri dan pada akhirnya rumah itu diproses oleh suami atas nama dirinya. Saya menyadari bahwa itu menjadi harta bersama meski saya yang membeli. Di atas rumah saya disewa oleh sebuah perusahaan seluler untuk membangun menara 3G. Sudah tiga tahun saya dan anak-anak di kampung halaman dan ternyata baru saja saya ketahui bahwa sewa sudah diperpanjang untuk 10 tahun ke depan yang dilakukan oleh suami di tahun 2018. Saya sangat marah karena perjanjian sewa tidak melibatkan saya. Sementara uang sewa sudah digunakan full oleh suami (sebenarnya mantan, karena secara agama kami sudah cerai, karena tidak dinafkahi, namun saya belum memproses secara hukum). Yang saya tanyakan: 1. Apakah sah perjanjian sewa tersebut tanpa persetujuan saya? Apa yg harus saya lakukan untuk menuntut hak saya dan anak-anak? 2. Bagaimana hak saya selanjutnya sementara mantan suami tidak menafkahi kami dan dia selalu mengatakan uang yang saya keluarkan selama ini untuk biaya hidup saya dan anak-anak akan dia ganti.
Intisari Jawaban
Perbuatan hukum terhadap harta bersama harus didasari atas persetujuan bersama pasangan. Jika tidak berdasarkan persetujuan pasangan Anda, maka perjanjian sewa yang Anda maksud dapat dibatalkan.
 
Selain itu, untuk menuntut hak Anda dan anak-anak Anda, dapat dibicarakan secara kekeluargaan terlebih dahulu dengan suami dan keluarga besar. Jika tetap tidak menemukan jalan keluar, Anda dapat mengajukan gugat cerai ke pengadilan.
 
Penjelasan lebih lanjut dapat Anda klik ulasan di bawah ini.