Jumat, 16 October 2020

Diminta Polisi Menjebak Seseorang agar Ditangkap, Bolehkah Menolak?

Diminta Polisi Menjebak Seseorang agar Ditangkap, Bolehkah Menolak?

Pertanyaan

Saya tiba-tiba ditelepon polisi untuk diminta datang ke kantor Polsek. Saya tidak melapor dan tak tahu masalahnya. Setelah dijelaskan, ini masalah penyalahgunaan narkoba. Yang melaporkan adalah teman saya, yaitu A melaporkan B. Kronologisnya, A dan saya punya masalah dengan B terkait utang piutang. Namun tanpa sepengetahuan saya, A melaporkan B dengan kasus penyalahgunaan narkoba dan A mengajukan saya sebagai saksi tanpa sepengetahuan saya. Polisi menelpon saya meminta bantuan sebagai saksi dan juga membantu menangkap B dengan cara menjebaknya. Saya digunakan sebagai pemancing untuk membuat si B keluar dari rumahnya agar polisi bisa menangkapnya. Tapi saya justru merasa takut B akan jadi dendam dan mengira saya yang melaporkannya, padahal saya tak pernah tahu jika B menggunakan narkoba. Tapi saya selalu ditelepon polisi dan A untuk melakukan ini (sedikit memaksa). Dapatkah saya menolak, tidak ingin terlibat? Jika hanya menjadi saksi, saya bersedia namun jika diminta menjebaknya, saya menolak.

Intisari Jawaban

Penangkapan pada dasarnya dilakukan berdasarkan bukti permulaan yang cukup. Dalam artian penangkapan tidak dapat dilakukan dengan sewenang-wenang, namun ditujukan bagi mereka yang betul-betul melakukan tindak pidana.
 
Perihal permintaan polisi kepada Anda untuk menjadi saksi, Pasal 224 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”) mewajibkan setiap orang untuk memenuhi panggilan sebagai saksi dalam perkara pidana. Lalu bagaimana dengan permintaan polisi kepada Anda untuk ikut serta dalam operasi penangkapan?
 
Penjelasan lebih lanjut dapat Anda klik ulasan di bawah ini.

 

Lihat Ulasan Lengkap

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik Klinik Hukum disediakan khusus bagi member Hukumonline untuk mengajukan persoalan atau permasalahan hukum yang dihadapi.
Jika Anda sudah menjadi member Hukumonline, silakan Login, atau klik Daftar untuk bergabung.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
MITRA : Si Pokrol
Bernadetha Aurelia Oktavira mendapatkan gelar Sarjana Hukum dari Universitas Sebelas Maret pada tahun 2019 dengan peminatan Hukum Perdata.
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua

×

Belajar Hukum secara online
dari pengajar berkompeten
dengan biaya terjangkau.

Mulai dari:
Rp149.000