Wajibkah Istri Mengembalikan Mahar dalam Cerai Khuluk?

Bacaan 6 Menit
Wajibkah Istri Mengembalikan Mahar dalam Cerai Khuluk?
Pertanyaan

Saya ingin menanyakan beberapa hal berkaitan dengan gugatan perceraian (khuluk) yang dilakukan pihak istri. 1. Bagaimana cara (istri) menggugat cerai, apa harus ada kondisi khusus/bukti yang dilampirkan bersama laporan? 2. Sepemahaman saya jika istri menggugat maka mahar wajib dikembalikan, tapi bagaimana jika mahar tersebut sudah diambil kembali oleh pihak suami? Istri mau tidak mau (terpaksa) menyetujui karena suami dikejar utang yang dipergunakan bukan untuk istri, bahkan istri tidak pernah menyetujui utang tersebut (tidak diberitahu). Apakah istri tetap mengembalikan mahar meski dalam pernikahan mahar tersebut diambil kembali oleh suami untuk kepentingannya sendiri? Terima kasih.

Intisari Jawaban

Talak khuluk adalah perceraian berdasarkan persetujuan suami istri yang berbentuk jatuhnya 1 kali talak dari si suami kepada istri dengan adanya penebusan harta atau uang oleh si istri yang menginginkan cerai dengan khuluk itu.

Sedangkan mahar adalah pemberian dari calon mempelai pria kepada calon mempelai wanita, baik berbentuk barang, uang atau jasa yang tidak bertentangan dengan hukum Islam. Mahar yang telah diserahkan tersebut sepenuhnya menjadi milik istri. Tapi, jika dikehendaki oleh istri, maka suami boleh sekadar ikut memakan atau hidup dari mahar yang diberikannya yang telah menjadi milik si istri tersebut.

Dalam hal terjadi gugat cerai dengan jalan khuluk, wajibkah istri mengembalikan mahar?

Penjelasan lebih lanjut dapat Anda klik ulasan di bawah ini.