Laporan Penganiayaan Dicabut, Bolehkah Polisi Menghentikan Pemeriksaan?

Bacaan 8 Menit
Laporan Penganiayaan Dicabut, Bolehkah Polisi Menghentikan Pemeriksaan?
Pertanyaan

Saya pernah menyaksikan suatu adegan dimana seseorang yang menjadi korban penganiayaan ringan kemudian mencabut laporannya ke kepolisian dan akhirnya proses hukum atas kasus tersebut dihentikan serta tersangka penganiayaan tersebut dilepaskan dari tahanan. Secara hukum, bolehkah hal tersebut dilakukan? Bukankah penganiayaan termasuk delik biasa?

Intisari Jawaban

Berdasarkan Pasal 109 ayat (2) Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana, pencabutan laporan oleh korban dalam perkara tindak pidana penganiayaan ringan bukan merupakan alasan hukum untuk menghentikan proses pemeriksaan perkara. Sehingga idealnya, polisi harus tetap melakukan pemeriksaan perkara untuk selanjutnya dilimpahkan kepada jaksa penuntut umum.

Namun demikian, penyidik melalui diskresinya dimungkinkan menyelesaikan perkara dengan mengedepankan mekanisme restorative justice. Apa itu?

Penjelasan lebih lanjut dapat Anda klik ulasan di bawah ini.

Punya Masalah Hukum Yang Sedang Dihadapi?
Mulai dari Rp 30.000
Powered By Justika