Senin, 04 April 2011

Pembagian Waris dari Kakek Beristri Dua

Pembagian Waris dari Kakek Beristri Dua

Pertanyaan

Kakek saya mempunyai dua orang istri, dari istri pertama mempunyai empat anak, dari istri kedua mempunyai lima anak. Berapa bagian yang didapat untuk masing-masing anak laki-laki dan perempuan sesuai dengan hukum waris Islam? Terima kasih atas penjelasannya.

Ulasan Lengkap

Anda menjelaskan bahwa Kakek Anda memiliki dua orang istri (poligami). Karena itu, kami perlu uraikan sedikit hukum poligami dikaitkan dengan hukum waris menurut Islam. Kedudukan istri kedua diakui statusnya apabila dilakukan secara sah menurut ketentuan Pasal 2 UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan (“UUP”) dan Pasal 55 s/d Pasal 59  Kompilasi Hukum Islam (“KHI”) yaitu ketentuan mengenai beristri lebih dari satu orang.

 

Pihak-pihak yang menjadi berhak menjadi ahli waris adalah mereka yang memenuhi syarat-syarat (lihat Pasal 171 huruf c KHI):

·         pada saat meninggal dunia mempunyai hubungan darah atau hubungan perkawinan dengan pewaris;

·         beragama Islam; dan,

·         tidak terhalang karena hukum untuk menjadi ahli waris.

 

Sedangkan, kelompok ahli waris menurut hubungan darah yaitu (lihat Pasal 174 ayat [1] KHI):

a)     golongan laki-laki terdiri dari: ayah, anak laki-laki, saudara laki-laki, paman dan kakek; dan

b)     golongan perempuan terdiri dari: ibu, anak perempuan, saudara perempuan dan nenek.

Apabila semua ahli waris ada, maka yang berhak mendapat warisan hanya: anak, ayah, ibu, janda atau duda (lihat Pasal 174 ayat [2] KHI).

 

Hukum Islam telah menetapkan bagian tertentu bagi masing-masing ahli waris. Pembagiannya antara lain sebagai berikut:

1.      Anak perempuan memperoleh ½ bagian, bila dua orang atau lebih memperoleh 2/3 bagian, apabila anak perempuan bersama-sama dengan anak laki-laki maka bagian anak laki-laki adalah 2:1 dengan anak perempuan (lihat Pasal 176 KHI);

2.      Ibu mendapat 1/6 bagian bila ada anak atau dua saudara atau lebih. Bila tidak ada anak atau dua orang saudara atau lebih, maka ia mendapat 1/3 bagian (lihat Pasal 178 KHI);

3.      Apabila pewaris memiliki istri lebih dari seorang, maka masing-masing istri berhak mendapat bagian atas gono-gini dari rumah tangga dengan suaminya (lihat Pasal 190 KHI).

 

Mengenai pembagian waris menurut Islam ini lebih jauh juga dapat Anda baca artikel “Pembagian Harta Waris Istri Tanpa Anak” dan “Hukum Waris dari Ibu Kandung”.

 

Jadi, untuk pembagian waris untuk anak-anak laki-laki dan perempuan, Anda dapat mengacu pada ketentuan Pasal 176 KHI sebagaimana tersebut di atas.

 
Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.
 
Dasar hukum:

1.      Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan

2.      Kompilasi Hukum Islam

 

 

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
MITRA : Bung Pokrol
Saat ini sudah tidak bekerja di Hukumonline. Namun dulu pernah bergabung di Divisi Klinik.
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua