Kamis, 22 November 2018

Jika Tidak Menandatangani Non-Disclosure Agreement

Jika Tidak Menandatangani Non-Disclosure Agreement

Pertanyaan

Saya seorang karyawan swasta di suatu perusahaan. Hampir 1,5 bulan yang lalu mengundurkan diri (resign) karena sakit. Tiba-tiba sekarang ini kantor perusahaan saya tersebut menyodorkan surat NDA (Non Disclosure Agreement) dan meminta saya untuk menandatanganinya. Apakah saya melanggar hukum jika saya tidak mau menandatangani NDA tersebut, mengingat point-point nya sangat merugikan diri saya? Mohon penjelasannya, terima kasih.

Ingin Masalah Anda Segera Tuntas?

Percayakan masalah hukum Anda ke ahlinya. Hubungi konsultan hukum profesional, hanya Rp299.000,- per 30 menit.

Ulasan Lengkap

 
Non-Disclosure Agreement dan Rahasia Dagang
Sebagaimana pernah dijelaskan dalam artikel Tips Menjaga Source Code Program Milik Perusahaan, Non-Disclosure Agreement (“NDA”) adalah perjanjian yang mengatur pembatasan bahkan larangan bagi karyawan untuk men-disclose (membeberkan) informasi penting milik perusahaan.
 
Berdasarkan Pasal 1 angka 1 Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2000 tentang Rahasia Dagang (“UU Rahasia Dagang”), rahasia dagang adalah informasi yang tidak diketahui oleh umum di bidang teknologi dan/atau bisnis, mempunyai nilai ekonomi karena berguna dalam kegiatan usaha, dan dijaga kerahasiaannya oleh pemilik informasi tersebut adalah merupakan rahasia dagang.
 
Rahasia dagang mendapat perlindungan apabila informasi tersebut:[1]
  1. bersifat rahasia, informasi dianggap bersifat rahasia apabila informasi tersebut hanya diketahui oleh pihak tertentu atau tidak diketahui secara umum oleh masyarakat.
  2. mempunyai nilai ekonomi, informasi dianggap memiliki nilai ekonomi apabila sifat kerahasiaan informasi tersebut dapat digunakan untuk menjalankan kegiatan atau usaha yang bersifat komersial atau dapat meningkatkan keuntungan secara ekonomi. dan
  3. dijaga kerahasiaannya melalui upaya sebagaimana mestinya, informasi dianggap dijaga kerahasiaannya apabila pemilik atau para pihak yang menguasainya telah melakukan langkah-langkah yang layak dan patut.
 
Selain itu perusahan sebagai pemilik rahasia dagang memiliki hak untuk:[2]
  1. menggunakan sendiri rahasia dagang yang dimilikinya;
  2. memberikan lisensi kepada atau melarang pihak lain untuk menggunakan rahasia dagang atau mengungkapkan rahasia dagang itu kepada pihak ketiga untuk kepentingan yang bersifat komersial.
 
Untuk menjaga rahasia dagang dapat dilakukan dengan membuat kesepakatan atau membuat kewajiban tertulis atau tidak tertulis.[3]
 
Lebih lanjut artikel Klausul Kerahasiaan dalam Perjanjian Kerja menjelaskan bahwa untuk menjaga rahasia dagang atau biasa disebut sebagai rahasia perusahaan ini, pada praktiknya para pengusaha mengatur hal-hal yang menjadi rahasia perusahaan dan mencantumkan klausul kerahasiaan (confidentiality) ini dalam kontrak/perjanjian kerja pekerjanya agar tidak bocor sehingga dapat mengakibatkan kerugian bagi perusahaannya.
 
Masih bersumber dari artikel yang sama, menurut advokat Ricardo Simanjuntak, pendiri dan partner dari kantor hukum Ricardo Simanjuntak & Partners, walaupun hubungan hukum pemberian kerja berakhir, namun kerahasiaan perusahaan tetap tidak boleh dibuka untuk umum. Confidentiality terhadap informasi atau data yang sepatutnya dirahasiakan ini tidak berakhir saat selesainya/berakhirnya perjanjian kerja. Walaupun telah dilindungi oleh UU Rahasia Dagang dan berdasarkan asas kepatutan, kerahasiaan data perusahaan tersebut tidak boleh dibuka untuk umum, mengenai kerahasiaan data perusahaan ini ada baiknya dituangkan secara tegas dalam perjanjian kerja.
 
Jadi NDS yang Anda maksud dibuat untuk menjaga informasi penting/rahasia dagang milik perusahaan agar tidak dibuka/disebarkan. Oleh karena itu perusahaan berhak mengatur secara tegas dalam suatu perjanjian walaupun Anda sudah mengundurkan diri (perjanjian kerja berakhir). Biasanya hal ini diatur langsung dalam perjanjian atau dalam perjanjian kerja.
 
Berkaitan dengan pertanyaan mengenai apakah Anda dapat dikatakan telah melanggar hukum jika tidak mau menandatangani perjanjian NDA setelah Anda mengundurkan diri karena poin-poin dalam perjanjian tersebut sangat merugikan, perlu diketahui bahwa tidak ada aturan hukum yang mengatur mengenai hal ini.
 
Yang ada yaitu sanksi jika pekerja melanggar kewajiban untuk menjaga rahasia dagang atau membuka rahasia dagang/perusahaan sebagaimana yang akan kami jelaskan di bawah ini.
 
Sanksi Jika Membuka Rahasia Dagang
Tidak hanya itu, jika sengaja dan tanpa hak menggunakan rahasia dagang pihak lain atau melakukan perbuatan yang mengungkapkan rahasia dagang, mengingkari kesepakatan atau mengingkari kewajiban tertulis atau tidak tertulis untuk menjaga rahasia dagang, yang bersangkutan dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 300 juta.[4] Tindak pidana tersebut merupakan delik aduan.[5]
 
Selain menuntut pidana, perusahaan (sebagai pemegang rahasia dagang atau penerima lisensi) dapat menggugat secara perdata mantan karyawan yang membocorkan rahasia dagang perusahaan kepada pihak ketiga (perusahaan lain) untuk kepentingan yang bersifat komersial, berupa:[6]
  1. gugatan ganti rugi; dan/atau
  2. penghentian semua perbuatan menggunakan atau mengungkapkan rahasia dagang.
 
Selain penyelesaian gugatan ganti rugi dan/atau penghentian semua perbuatan menggunakan atau mengungkapkan rahasia dagang, para pihak dapat menyelesaikan perselisihan melalui arbitrase atau alternatif penyelesaian sengketa.[7] Yang dimaksud dengan “alternatif penyelesaian sengketa” adalah negosiasi, mediasi, konsiliasi, dan cara lain yang dipilih oleh para pihak sesuai dengan undang-undang yang berlaku.[8]
 
Ulasan selengkapnya mengenai sanksi membuka rahasia dagang dapat Anda simak dalam artikel Pidana Bagi Mantan Karyawan yang Membocorkan Rahasia Dagang Perusahaan.
 
Kami menyarankan Anda untuk tetap menandatangani NDA tersebut dengan catatan, terlebih dahulu membicarakan lagi dengan perusahaan Anda mengenai poin-poin yang diatur dalam NDA tersebut agar menguntungkan bagi para pihak.
 
Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.
 
Dasar Hukum:

[1] Pasal 3 UU Rahasia Dagang
[2] Pasal 4 UU Rahasia Dagang
[3] Pasal 13 UU Rahasia Dagang
[4] Pasal 17 ayat (1) jo. Pasal 13 UU Rahasia Dagang
[5] Pasal 17 ayat (2) UU Rahasia Dagang
[6] Pasal 11 ayat (1) jo. Pasal 4 UU Rahasia Dagang
[7] Pasal 12 jo. Pasal 11 dan Pasal 4 UU Rahasia Dagang
[8] Penjelasan Pasal 12 UU Rahasia Dagang

 

Kembali ke Intisari


Perjuangan Anda Jangan Berhenti di Artikel Ini

Konsultan hukum profesional siap membantu Anda. Konsultasikan masalah Anda, hanya Rp299.000,- per 30 menit.

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
PENJAWAB : Sovia Hasanah, S.H.
MITRA : Bung Pokrol
Sovia Hasanah mendapatkan gelar Sarjana Hukum dari Universitas Andalas pada 2016 dengan mengambil Program Kekhususan IX (Hukum Agraria dan Sumber Daya Alam).
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua