Senin, 29 April 2013

Hukum Duel Satu Lawan Satu

Hukum Duel Satu Lawan Satu

Pertanyaan

Assalamualaikum, saya ingin menanyakan apakah perkelahian yang terjadi antara satu lawan satu dan mengakibatkan salah satu terluka, bisa dikenakan pasal penganiayaan? Terima kasih, wasaalamualaikum.

Ulasan Lengkap

 
 
Salam sejahtera,
 

Mengenai perkelahian yang terjadi antara satu lawan satu, sebenarnya sudah diatur dalam bab sendiri dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”), yaitu Bab VI KUHP tentang Perkelahian Satu Lawan Satu.

 

Terkait perkelahian satu lawan satu yang mengakibatkan salah satu terluka, tindakan tersebut dapat dipidana berdasarkan Pasal 184 ayat (2) atau Pasal 184 ayat (3) KUHP (bergantung pada luka yang diakibatkan adalah luka berat atau tidak):

 
Pasal 184 KUHP

(1) Seseorang diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan, jika ia dalam perkelahian satu lawan satu itu tidak melukai tubuh pihak lawannya.

(2) Diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun dan empat bulan, barang siapa melukai tubuh lawannya.

(3) Diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun, barang siapa melukai berat tubuh lawannya.

(4) Barang siapa yang merampas nyawa lawannya, diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun, atau jika perkelahian satu lawan satu itu dilakukan dengan perjanjian hidup atau mati, diancam dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun.

(5) Percobaan perkelahian satu lawan satu tidak dipidana.
 

R. Soesilo dalam bukunya yang berjudul  Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Serta Komentar-Komentarnya Lengkap Pasal Demi Pasal (merujuk pada Penjelasan Pasal 182 KUHP) menjelaskan bahwa undang-undang tidak memberikan definisi apa yang dinamakan “berkelahi satu lawan satu” itu. Menurut pengertian umum, lanjut Soesilo, maka “berkelahi satu lawan satu” itu adalah perkelahian dua orang dengan teratur, dengan tantangan lebih dahulu, sedangkan tempat, waktu, senjata yang dipakai, siapa saksi-saksinya ditetapkan pula. Perkelahian ini biasanya disebut “duel”. Perkelahian meskipun antara dua orang, apabila tidak memenuhi syarat-syarat tersebut, tidak masuk dalam pasal ini.

 

Ini berarti bahwa untuk perkelahian yang terjadi antara satu lawan satu dan mengakibatkan salah satu terluka seharusnya tidak menggunakan ketentuan pidana pada pasal penganiayaan (Pasal 351 ayat [1] KUHP), melainkan menggunakan ketentuan pidana pada Pasal 184 ayat (2) atau Pasal 184 ayat (3) KUHP.

 

Akan tetapi pada praktiknya, biasanya pasal tindak pidana penganiayaan dan tindak pidana perkelahian satu lawan satu dijadikan dakwaan primer dan dakwaan subsidair dalam suatu tuntutan. Hal ini antara lain dapat kita lihat dalam Putusan Pengadilan Militer III-17 Manado No.: 17-K/PM III - 17/AD/I/2012. Dalam putusan tersebut disebutkan antara lain, Terdakwa pada saat itu sedang minum-minum dengan teman-temannya, kemudian Saksi I datang untuk bergabung. Terdakwa pada saat itu memanggil Saksi I untuk duduk di sebelahnya, akan tetapi Saksi I tidak mau. Hal ini berujung kepada perkelahian antara Terdakwa dan Saksi I di mana Terdakwa menarik tangan Saksi I untuk diajak keluar ke belakang rumah Saksi II. Setelah di luar, keduanya berkelahi satu lawan satu, yang diawali dengan Terdakwa yang terlebih dahulu memukul Saksi I, setelah itu keduanya saling memukul. Atas perbuatan tersebut, Terdakwa diancam dengan hukum yang berlaku pada Pasal 351 ayat (1) KUHP atau Pasal 184 ayat (2) KUHP. Pada kasus tersebut, majelis Hakim mendasarkan putusannya pada Pasal 351 ayat (1) KUHP.

 

Oleh karena itu, pada praktiknya kedua pasal tersebut (penganiayaan dan perkelahian tanding) dapat digunakan untuk melakukan tuntutan terhadap perbuatan perkelahian satu lawan satu. Mengenai pasal mana yang akan digunakan oleh Hakim, bergantung pada penilaian Hakim sendiri.

 

Demikian yang kami ketahui, semoga bermanfaat.

 
Dasar Hukum:

Kitab Undang-Undang Hukum Pidana

 
Putusan:

Putusan Pengadilan Militer III-17 Manado No.: 17-K/PM III - 17/AD/I/2012

 
Referensi:

R. Soesilo. 1991. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Serta Komentar-Komentarnya Lengkap Pasal Demi Pasal. Politeia.

 

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
MITRA : Bung Pokrol
Saat ini sudah tidak bekerja di Hukumonline. Namun dulu pernah bergabung di Divisi Klinik.
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua