Kamis, 17 October 2019

Perbedaan Homage dengan Plagiat

Perbedaan Homage dengan Plagiat

Pertanyaan

Saya seorang ilustrator yang sehari-hari membuat desain dengan mengacu kepada karakter anime atau karakter dalam video game tertentu. Saya tidak langsung meng-copy-paste gambar tersebut, tetapi saya gambar sendiri dalam bentuk digital. Apakah hal itu melanggar hukum di Indonesia? Bagaimana dengan pertentangan antara homage dan plagiat? Boleh dijelaskan?

Ulasan Lengkap

 

Hak Cipta

Karya seni rupa dalam segala bentuk seperti lukisan, gambar, ukiran, kaligrafi, seni pahat, patung, atau kolase merupakan salah satu jenis ciptaan yang dilindungi, sesuai Pasal 40 ayat (1) huruf f Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta (“UU Hak Cipta”). Maka terhadap suatu karakter anime serta karakter dalam video game, dimana proses pembuatannya (penciptaannya) dengan cara digambar sampai dengan terciptanya karakter yang utuh, menurut hemat kami, juga diberikan pelindungan hukum atas hak cipta.

 

Definisi hak cipta sendiri diuraikan dalam Pasal 1 angka 1 UU Hak Cipta, yang berbunyi:

 

Hak Cipta adalah hak eksklusif pencipta yang timbul secara otomatis berdasarkan prinsip deklaratif setelah suatu ciptaan diwujudkan dalam bentuk nyata tanpa mengurangi pembatasan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

 

Prinsip deklaratif sendiri artinya pelindungan hukum hak cipta terhadap suatu ciptaan akan otomatis berlaku tanpa perlu didaftarkan, tentunya dengan pembatasan yang diatur dalam peraturan perundang-undangan.

 

Terdapat dua macam hak turunan hak cipta yang melekat terhadap suatu ciptaan, yaitu hak ekonomi dan hak moral.[1] Adanya hak moral serta hak ekonomi dalam suatu ciptaan menimbulkan manfaat bagi pencipta dan/atau pemegang hak cipta. Di sinilah nilai penting pelindungan hukum hak cipta, yaitu supaya suatu ciptaan tidak digunakan oleh pihak yang tidak berhak. Jika terbukti suatu ciptaan telah digunakan tanpa hak, maka ada sanksi hukum yang dapat dikenakan kepada pihak tersebut.

 

Pelindungan hak cipta atas karya seni rupa dalam segala bentuk seperti lukisan, gambar, ukiran, kaligrafi, seni pahat, patung, atau kolase sendiri berlaku selama hidup pencipta dan terus berlangsung selama 70 tahun setelah pencipta meninggal dunia, terhitung mulai tanggal 1 Januari tahun berikutnya.[2]

 

Jika ciptaan dimiliki oleh dua orang atau lebih, maka pelindungan hak cipta berlaku selama hidup pencipta yang meninggal dunia paling akhir dan berlangsung selama 70 tahun sesudahnya, terhitung mulai tanggal 1 Januari tahun berikutnya. Adapun jika hak cipta dimiliki atau dipegang oleh badan hukum, maka pelindungan hak cipta berlaku selama 50 tahun sejak pertama kali dilakukan pengumuman.[3] Dengan demikian, pelindungan hukum hak cipta di Indonesia terhadap gambar karakter yang Anda singgung mengacu kepada ketentuan-ketentuan tersebut.

 

Baca juga: Apakah Meniru Gambar dari Konten YouTube Termasuk Pelanggaran?

 

Homage dan Plagiat

Berkaitan dengan pertanyaan kedua Anda, merujuk pada Kamus Merriam-Webster Daring, homage dalam bahasa inggris diartikan sebagai expression of high regard atau something that shows respect or attests to the worth or influence of another. Jika diterjemahkan secara bebas, homage adalah ekspresi penghormatan tertinggi, atau rasa hormat, yang dapat juga berupa sesuatu yang menunjukkan rasa hormat atau penghargaan.

 

Sementara itu istilah plagiat menurut Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Plagiat di Perguruan Tinggi (“Permendikbud 17/2010”), didefinisikan sebagai perbuatan secara sengaja atau tidak sengaja dalam memperoleh atau mencoba memperoleh kredit atau nilai untuk suatu karya ilmiah, dengan mengutip sebagian atau seluruh karya dan/atau karya ilmiah pihak lain yang diakui sebagai karya ilmiahnya, tanpa menyatakan sumber secara tepat dan memadai.[4] Istilah yang dipakai dalam UU Hak Cipta sendiri adalah pembajakan, yaitu penggandaan ciptaan dan/atau produk hak terkait secara tidak sah dan pendistribusian barang hasil penggandaan dimaksud secara luas untuk memperoleh keuntungan ekonomi.[5]

 

Dengan demikian, menurut hemat kami, homage tidak sama dengan plagiat. Homage merupakan suatu ekspresi rasa hormat atau penghargaan terhadap sesuatu. Penghargaan tersebut dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, yang salah satunya adalah karya seni gambar karakter seperti yang Anda maksud. Sedangkan plagiat merupakan perbuatan mengambil/menjiplak hasil karya orang lain yang kemudian diakui sebagai hasil karyanya.

 

Ketentuan UU Hak Cipta atas Homage

Meskipun demikian, ketentuan-ketentuan dalam UU Hak Cipta tetap perlu diperhatikan dalam pembuatan homage. Jika homage karya Anda memiliki persamaan atau kemiripan dengan karya yang dijadikan acuan, maka ada potensi pelanggaran hak cipta. Terlebih jika karya tersebut mendatangkan manfaat ekonomi untuk Anda maupun orang lain, walaupun dalam homage karya Anda sudah ada tulisan “tribute to”. Hal ini dapat berujung pada sanksi pidana, sebagaimana diuraikan dalam Pasal 113 ayat (3) jo. Pasal 9 ayat (1) huruf b UU Hak Cipta berbunyi:

 

Pasal 113 ayat (3) UU Hak Cipta

Setiap Orang yang dengan tanpa hak dan/atau tanpa izin Pencipta atau pemegang Hak Cipta melakukan pelanggaran hak ekonomi Pencipta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) huruf a, huruf b, huruf e, dan/atau huruf g untuk Penggunaan Secara Komersial dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

 

Pasal 9 ayat (1) huruf b UU Hak Cipta

Pencipta atau Pemegang Hak Cipta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 memiliki hak ekonomi untuk melakukan:

  1. Penggandaan Ciptaan dalam segala bentuknya;

 

Saran kami, sebelum membuat karya homage, pencipta dan pemegang hak cipta perlu diberitahu atas karya yang akan dijadikan acuan, guna mendapatkan izin tertulis darinya. Hal tersebut diperlukan untuk meminimalisasi terjadinya permasalahan hukum di kemudian hari.

 

Sayang sekali Anda tidak memberikan contoh homage karya Anda yang mengacu kepada karakter anime serta karakter video game. Jika ada contohnya, maka dapat dilihat kesamaan atau kemiripan karya homage Anda dengan gambar karakter yang dijadikan acuan. Singkat kata, suatu karya homage haruslah diperhatikan secara seksama dan dianalisis guna mengetahui ada atau tidaknya persamaan atau kemiripan dengan karya yang dijadikan acuan.

 

Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.

 

Dasar Hukum:

  1. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Plagiat di Perguruan Tinggi.

 

Referensi:

Kamus Merriam-Webster Daring, diakses pada 17 Oktober 2019 pukul 13.01 WIB.

 

[1] Pasal 4 UU Hak Cipta
[2] Pasal 58 ayat (1) huruf f UU Hak Cipta
[3] Pasal 58 ayat (2) dan (3) UU Hak Cipta
[4] Pasal 1 angka 1 Permendikbud 17/2010
[5] Pasal 1 angka 23 UU Hak Cipta

 

Kembali ke Intisari

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua