Jerat Hukum bagi Pelaku Pencabulan terhadap Penderita Gangguan Mental

Bacaan 6 Menit
Jerat Hukum bagi Pelaku Pencabulan terhadap Penderita Gangguan Mental
Pertanyaan

Ada anak perempuan (18 tahun) yang punya keterbelakangan mental dinodai sampai 4 kali. Anak itu mau gara-gara dia tidak mengerti tentang risiko setelah melakukan hubungan badan itu. Selain itu, pelaku (laki-laki) itu melakukan pemerasan uang terhadap anak itu, dan lagi-lagi anak itu juga mau ngasih uang gara-gara dia tidak mengerti arti "dimanfaatkan". Sekarang laki-laki itu tertangkap oleh polisi. Pasal apa saja yang bisa diterapkan pada kasus ini?

 

Intisari Jawaban
?
Anak adalah seseorang yang belum berusia 18 tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan. Oleh karena itu, perempuan tersebut dikategorikan sebagai orang dewasa.
?
Apabila hubungan tersebut dilakukan antara wanita dan pria yang sudah dewasa dan tidak terikat dalam perkawinan, pria tersebut tidak dapat dipidana. Akan tetapi karena dalam hal ini, si wanita memiliki keterbelakangan mental, maka laki-laki tersebut dapat dijerat dengan Pasal 286 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, yaitu tindak pidana persetubuhan di luar perkawinan, dimana si pria tahu bahwa si wanita dalam keadaan pingsan atau tidak berdaya. Perbuatan ini diancam dengan pidana penjara paling lama 9 (sembilan) tahun.
?
Penjelasan lebih lanjut dan contoh kasusnya, silakan simak ulasan di bawah ini.
?