Jumat, 13 Maret 2020

Dapatkah Surat Wasiat Menghapuskan Utang Pewaris?

Dapatkah Surat Wasiat Menghapuskan Utang Pewaris?

Pertanyaan

Saya ingin bertanya tentang tanggung jawab pembayaran utang dari proses jual beli oleh orang yang telah meninggal dan ahli warisnya.   Sebelumnya, orang tua saya menjadi agen salah satu perusahaan distributor komoditas (BUMN). Selama proses transaksi, pihak keluarga tidak pernah disertakan dalam bisnis ini dan hanya mengetahui bahwa beliau berbisnis dengan perusahaan yang bersangkutan.   Sebelum beliau meninggal, beliau berwasiat dan menyatakan tidak punya tanggungan dengan perusahaan tersebut. Dalam arti lain, beliau tidak punya utang. Setelah beliau wafat, perusahaan tersebut memberikan tagihan dari pembelian-pembelian yang dianggap belum dibayar. Saya bertanya mengapa tidak ditagihkan saat beliau masih ada (dalam arti beliau tidak melarikan diri dan mudah dijumpai). Pihak perusahaan menyatakan beberapa alasannya, 1. sistem pencatatan pembayaran yang berubah, 2. kekeliruan dari pihak perusahaan, dan 3. ada unsur kekeluargaan.   Yang menjadi pertanyaan saya: 1. Apakah ada tanggung jawab ahli waris dalam melunasinya? 2. Bagaimana langkah yang harus diambil ahli waris dalam menyikapi ini?

Intisari Jawaban

Jika seseorang menerima menjadi ahli waris dan menerima warisan dari pewaris, maka yang diterima tidak hanya hartanya, tetapi juga harus memikul utang dari pewaris tersebut.
 
Surat wasiat sendiri tidak dapat dijadikan dasar hilangnya utang seseorang yang telah meninggal/pewaris. Utamanya bila kreditur dapat membuktikan bahwa pewaris masih memiliki tunggakan utang atau kewajiban sebagai debitur.
 
Lalu, bagaimana dengan masalah penagihan oleh perusahaan yang tidak sesuai kesepakatan? Penjelasan selengkapnya dapat Anda klik ulasan di bawah ini.

 

Lihat Ulasan Lengkap

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua