Pertemuan PERADI FC dengan ‘Teman Lama’ di Maroko
Terbaru

Pertemuan PERADI FC dengan ‘Teman Lama’ di Maroko

Mereka sudah saling mengenal sejak 2016 pada ajang Mundiadvocat di Spanyol.

Aji Prasetyo
Bacaan 4 Menit
Pelatih PERADI FC Mario Silitonga (6) dan Manajer PERADI FC James Purba (17) ikut andil dalam pertandingan persahabatan melawan Japan Legend. Foto: Abe
Pelatih PERADI FC Mario Silitonga (6) dan Manajer PERADI FC James Purba (17) ikut andil dalam pertandingan persahabatan melawan Japan Legend. Foto: Abe

Kedatangan PERADI FC di Maroko tidak hanya bertujuan untuk mengikuti ajang Piala Dunia Advokat atau yang lebih dikenal dengan nama Mundiadvocat 2022. Tetapi kedatangan mereka juga sebagai ajang silaturahmi antar advokat di seluruh dunia.

Hal ini terbukti di sela jadwal pertandingan, PERADI FC bertemu dengan “teman lama” yaitu para advokat asal Jepang yang mengikuti ajang yang sama, namun di kelas berbeda. PERADI FC mengikuti ajang Mundiadvocat di kelas Classic dengan usia 18 tahun keatas, sementara Jepang di kelas Legend dengan usia 45 tahun keatas.

"Mereka (advokat Jepang) itu ‘teman lama’ kami, makanya kami senang sekali bertemu mereka dan akhirnya kita melakukan pertandingan persahabatan," ujar James Purba.

Baca juga:

James menceritakan awalnya mereka bertemu dengan para advokat tersebut pada Piala Dunia Advokat 2016 di Malanga, Spanyol. Kala itu mereka bahkan sempat bertanding secara resmi karena bertemu dalam kategori yang sama.

Setelah itu komunikasi mulai terjalin dengan saling bertukar nomor telepon seluler. "Kita keep in touch-lah dengan mereka kan juga sesama lawyer," kata James.

Jepang dan Indonesia juga terus konsisten mengikuti ajang sepakbola internasional untuk para advokat ini. Mereka kembali bertemu pada 2017 di Piala Asia yang digelar di Hanoi, Vietnam, Piala Dunia yang kembali digelar di Spanyol pada 2018, dan Piala Asia di Thailand pada 2019.

"Kita cuma bertemu pertandingan resmi 2016, tapi di Vietnam, Spanyol 2018, dan Thailand kita tidak bertanding secara resmi, namun kita tetap berkomunikasi," ujar Mario Silitonga, Pelatih PERADI FC.

Pertandingan persahabatan ini pun berlangsung cukup hangat, meskipun begitu kedua tim sama-sama menyerang ke wilayah pertahanan masing-masing. Hingga dua gol cepat pun terjadi hanya dalam tempo dua menit saja.

Awalnya, Tim Japan Legend memimpin lebih dulu pada saat pertandingan berjalan 2 menit. Dan beberapa detik kemudian tendangan indah Marco Chandra dari tengah lapangan menyamakan kedudukan menjadi 1-1 dan skor bertahan hingga pluit babak pertama.

Babak kedua berlangsung sengit, tukar menukar serangan terjadi dan PERADI FC berhasil mencetak gol. Namun sayang, posisinya dianggap offside, sehingga gol tersebut tidak disahkan wasit dan malah Japan Legend justru berhasil mencuri gol sehingga skor menjadi 2-1 yang bertahan hingga akhir pertandingan.

Hasil turnamen

Partai pamungkas PERADI FC untuk lolos ke perempat final ajang Lawyers World Cup atau yang lebih dikenal dengan nama Mundiadvocat 20222 berakhir anti klimaks. Anak-anak asuh Mario Silitonga ini pada pertandingan ketiga harus mengakui keunggulan Mexico Torreon-Laguna dengan skor akhir 1-3.

Secara keseluruhan sebenarnya Tim PERADI FC bermain cukup baik. Mereka membangun serangan dari bawah dengan melakukan operan-operan pendek yang memang menjadi ciri khas permainannya dan berhasil melepaskan tembakan pertama melalui Alvian Tambunan.

Kualitas permainan antar lini pun juga berjalan dan bisa mengimbangi Mexico. Namun, memang diakui kualitas dari tim Benua Amerika ini sedikit lebih baik. Mereka pun berhasil unggul lebih dulu pada babak pertama memanfaatkan kesalahan pemain belakang PERADI FC.

Tertinggal satu gol, pada babak kedua PERADI FC terus melakukan tekanan, namun sayang mereka malah harus memungut bola dari gawang untuk kedua kali. Marco dan kawan-kawan bisa mengurangi defisit gol melalui Hanif yang baru masuk pada babak kedua.

Sebenarnya Tim PERADI FC bisa kembali memperkecil kedudukan setelah Aldi melakukan penetrasi, namun sayang tendangannya masih sedikit diatas mister gawang. Setelah itu serangan demi serangan terus diberikan Tim PERADI FC, tapi hasil 1-3 bertahan hingga wasit meniupkan pluit panjang tanda berakhir pertandingan.

"Secara kualitas mereka (Mexico) memang satu tingkat diatas kami. Saya melihat meskipun mereka rata-rata usia 30-40 tahunan, tetapi terlihat sekali kualitasnya sebagai mantan pemain sepakbola profesional," ujar pelatih PERADI FC Mario Silitonga.

Menurut Mario, grup yang dihuni PERADI FC cukup berat. Mereka harus menghadapi perwakilan Belgia yang mempunyai teknik dan organisasi permainan yang cukup baik, Mexico yang seperti dibicarakan diatas punya kualitas setingkat diatas PERADI FC dan Maroko.

Secara otomatis hanya Maroko yang memang kualitasnya tidak lebih baik dari PERADI dan bisa memetik poin pada laga sebelumnya. Sayang, kepemimpinan wasit yang penuh kontroversi termasuk memberikan hadiah penalti pada detik akhir pertandingan membuat skor menjadi seimbang.

"Kita juga lihat ada dari mereka yang tidak fit, tapi tetap harus bertanding. Anhar, Soleman, Nanang itu full bertanding tiga hari berturut-turut. Achonk, Deppy, juga cidera kemarin jadi ya kita hanya bisa memanfaatkan skuad yang ada," terang Mario.

James Purba, Ketua Tim Rombongan PERADI FC tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya tidak bisa lolos ke perempat final. Meskipun begitu, ia mengakui jika kualitas permainan lawan memang jauh lebih baik dan Tim PERADI FC telah berupaya optimal dengan segenap tenaga dalam setiap pertandingan.

Satu hal yang sangat mengecewakan James hanya kepemimpinan wasit pada saat melawan Maroko. Menurutnya, jika wasit memimpin dengan adil, maka PERADI FC bisa masuk perempat final terlepas apapun hasil melawan Mexico.

Apalagi Tim tiga terbaik yang masuk semifinal hanya memiliki nilai 3 hasil dari satu kali menang dari dua kali kalah. Sementara PERADI FC memiliki nilai 1 dari satu kali seri dan dua kali kalah. "Kalau wasitnya bener kemarin kita harusnya bisa masuk perempat final. Tapi ya mau bagaimana lagi, hasil pertandingan kan tidak bisa berubah," kata James.

Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info