Pencatatan Pernikahan Penghayat Tuhan yang Maha Esa

Bacaan 5 Menit
Pencatatan Pernikahan Penghayat Tuhan yang Maha Esa
Pertanyaan
Salam, Saya seorang penganut kepercayaan. Sesuai dengan UU No.23 Tahun 2006 dan PP No. 37 Tahun 2007 mengatur pernikahan penganut kepercyaan dapat sah dan dicatat di catatan sipil apabila pernikahan dilakukan dihadapan "pemuka" penghayat kepercayaan yang terdaftar di Departemen Kebudayaan (memiliki SK). Permasalahannya adalah organisasi saya tidak memiliki pemuka yang terdaftar dan keputusan organisasi untuk tidak mendaftarkan siapa pun sebagai pemuka. Apakah saya masih bisa mendapatkan hak saya sebagai warga negara Indonesia untuk menikah dan secara sah dicatatkan di Catatan Sipil? Dalam kepercayaan yang saya percayai, pernikahan yang sah adalah dinikahkan oleh orang tua, disaksikan oleh saksi dan dicatat oleh petugas negara yang berwenang (dalam hal ini pengertian saya Catatan Sipil). Apakah pengadilan dapat menyelesaikan permasalahan ini dengan suatu ketetapan/pernikahan yang ditetapkan oleh pengadilan? Terima kasih, Salam sejahtera.
Intisari Jawaban
Secara yuridis pernikahan penghayat benar bahwa dilakukan di depan pemuka penghayat yang ditunjuk dan ditetapkan oleh organisasi penghayat yang terdaftar. Dalam konteks pertanyaan Anda, memang pernikahan Anda harus dilakukan di depan penghayat, apabila pernikahan dilangsungkan tanpa ditandatangani oleh pemuka penghayat kepercayaan yang telah terdaftar, maka pernikahan yang dilangsungkan hanya sah secara adat atau kepercayaan Anda dan tidak sah menurut hukum positif.
 
Penjelasan selanjutnya silakan klik ulasan di bawah ini.