Korban Penipuan Barang Kebutuhan Seksual Bisa Terjerat Pidana?

Bacaan 8 Menit
Korban Penipuan Barang Kebutuhan Seksual Bisa Terjerat Pidana?
Pertanyaan

Saya mengalami penipuan, namun saya urung melaporkan karena barang yang saya beli itu sepertinya illegal. Untuk jelasnya, web tersebut menjual barang-barang kebutuhan seksual. Ini jadi serba salah, di lain pihak saya sangat ingin melaporkan penipuan tersebut. Sebab, saya rasa sudah tidak terhitung banyaknya orang yang mengalami penipuan tetapi takut untuk melaporkan. Takutnya seperti senjata makan tuan atau malu akan produk yang dibeli. Hal seperti itu akan membuat penipu-penipu tersebut merajalela. Apakah ada solusi atas hal tersebut? Apakah jika barang itu benar merupakan barang illegal si pembeli juga akan dijerat secara hukum? Terima kasih.

Intisari Jawaban
?
Menurut pendapat kami dalam kasus Anda, pelaku dapat tetap dijerat menggunakan pasal tentang penipuan baik berdasarkan Pasal 378 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (?KUHP?) maupun Pasal 28 ayat (1) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (?UU ITE?) dan perubahannya.
?
Saran kami, Anda sebaiknya melaporkan kasus tersebut kepada Aparat Penegak Hukum (?APH?) baik itu penyidik POLRI maupun penyidik Direktorat Keamanan Informasi Kementerian Komunikasi dan Informatika.
?
Apabila terbukti barang tersebut barang ilegal karena dijual tanpa izin, pembeli menurut pendapat kami tidak serta merta dapat dijerat pidana sepanjang barang tersebut bukan merupakan hasil dari perbuatan pidana (misalkan barang hasil penadahan).
?
Penjelasan lebih lanjut dapat Anda simak dalam ulasan di bawah ini.
?
Punya Masalah Hukum Yang Sedang Dihadapi?
Mulai dari Rp 30.000
Powered By Justika