Senin, 06 Pebruari 2012

Merasa Dirugikan Tetangga yang Menyetel Musik Keras-keras

Merasa Dirugikan Tetangga yang Menyetel Musik Keras-keras

Pertanyaan

Saya ingin tanyakan, apakah bila tetangga menyetel musik keras-keras melebihi batas dari malam hari hingga pagi melanggar hukum? Tetangga saya sudah sering kali melakukan ini, walaupun sudah diperingatkan polisi 1 kali. Saya sendiri merasa tetangga tersebut sudah keterlaluan karena mengganggu kesehatan saya dan sekeluarga. Mohon saran bagaimana proses hukum mengenai masalah ini. Terima kasih.  

Ulasan Lengkap

Pada dasarnya, setiap orang memiliki hak untuk mendengarkan musik sepanjang tidak melanggar hukum. Dalam pelaksanaan hak ini tentu jangan sampai merugikan hak orang lain untuk mendapat ketenangan. Terutama karena di Indonesia juga berlaku norma-norma yang hidup di masyarakat seperti tenggang rasa (dapat/ikut menghargai/menghormati perasaan orang lain – Kamus Besar Bahasa Indonesia).

 

Sebenarnya, tidak ada hukum yang melarang seseorang menyetel/membunyikan musik dari malam hingga pagi hari, keras-keras sekalipun. Namun, perbuatan ini dimungkinkan memiliki akibat hukum jika kemudian perbuatan tersebut merugikan orang lain. Yakni jika orang tersebut kemudian digugat atas dasar Perbuatan Melawan Hukum.

 

Mengenai perbuatan melawan hukum ini diatur dalam Pasal 1365 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (“KUHPerdata”) yang berbunyi sebagai berikut:

 

“Tiap perbuatan yang melanggar hukum dan membawa kerugian kepada orang lain, mewajibkan orang yang menimbulkan kerugian itu karena kesalahannya untuk menggantikan kerugian tersebut.”

 

Mariam Darus Badrulzaman dalam bukunya “KUH Perdata Buku III Hukum Perikatan Dengan Penjelasan”, seperti dikutip Rosa Agustina dalam buku “Perbuatan Melawan Hukum” (hal. 36) menjabarkan unsur-unsur PMH dalam Pasal 1365 KUHPer adalah sebagai berikut:

a.      Harus ada perbuatan (positif maupun negatif);

b.      Perbuatan itu harus melawan hukum;

c.      Ada kerugian;

d.      Ada hubungan sebab akibat antara perbuatan melawan hukum itu dengan kerugian;

e.      Ada kesalahan.

 

Mengutip dari artikel jawaban Klinik Hukum sebelumnya Perbuatan Melawan Hukum, dijelaskan bahwa suatu perbuatan bersifat melawan hukum apabila perbuatan itu bertentangan dengan hukum pada umumnya. Hukum bukan saja berupa ketentuan-ketentuan undang-undang, tetapi juga aturan-aturan hukum tidak tertulis, termasuk kebiasaan, yang harus ditaati dalam hidup bermasyarakat. Kerugian yang ditimbulkan itu harus disebabkan karena perbuatan yang melawan hukum itu. Dengan kata lain, antara kerugian dan perbuatan harus ada hubungan sebab akibat yang langsung; kerugian itu disebabkan karena kesalahan pelakunya. Kesalahan yang dimaksud di sini dapat berupa kesengajaan maupun kealpaan (kelalaian). Lebih jauh, simak artikel Rumah Rusak Karena Pondasi Rumah Tangga Amblas, Bisakah Menuntut?

 

Jadi, dalam hal ini harus dapat dibuktikan adanya kerugian yang ditimbulkan akibat perbuatan menyetel musik keras-keras dari malam hingga pagi hari, misalnya seperti yang Anda sebutkan yaitu mengakibatkan kesehatan Anda terganggu. Atas dasar itulah Anda dapat menuntut (menggugat) ganti kerugian dari orang (tetangga) yang menyebabkan kerugian tersebut. Kerugian dapat berupa kerugian materil maupun imateril, sebagaimana dijelaskan dalam artikel Di Mana Pengaturan Kerugian Konsekuensial dalam Hukum Indonesia?

 

Saran kami, Anda dapat melaporkan gangguan/polusi suara tersebut kepada Kepala Desa, Ketua RT/RW atau Lurah setempat supaya orang tersebut dapat diperingatkan agar tidak mengganggu tetangga di sekitarnya dengan menyetel musik keras-keras. Jika gangguan yang ditimbulkan tetap berlanjut dan menjadi sangat merugikan Anda, Anda dapat menempuh jalur hukum.

 

Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.

 

Dasar Hukum:

Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (Burgerlijk Wetboek, Staatsblad 1847 No. 23)

 

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

  

 

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
MITRA : Bung Pokrol
Saat ini sudah tidak bekerja di Hukumonline. Namun dulu pernah bergabung di Divisi Klinik.
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua