Rabu, 02 Desember 2015

Bolehkah Membuat Usaha Pemutaran DVD Original?

Bolehkah Membuat Usaha Pemutaran DVD Original?

Pertanyaan

Saya kebetulan bekerja di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang wisata yaitu bioskop cinema 4 dimensi, saat ini buat pengembangan saya ingin membuka pemutaran film DVD original, apakah izin yang perlu kami lengkapi dan bagaimana caranya? Terima kasih.  

Ulasan Lengkap

Intisari:

 

 

Film adalah karya sinematografi yang termasuk sebagai salah satu ciptaan yang dilindungi. Ketika Anda membeli sebuah DVD film, pemutarannya sudah tentu ditujukan untuk penggunaan pribadi, bukan untuk pertunjukan kepada umum apalagi yang menyangkut kegiatan komersial.

 

Untuk itu, jika Anda ingin mengkomersialisasikan DVD original tersebut, yang harus Anda lakukan adalah sebagai berikut:

1.    Membuat daftar film apa saja yang ingin Anda putar.

2.    Mengidentifikasi atau membuat daftar pemegang hak cipta dari film-film yang ingin Anda putar.

3.    Menghubungi para pemegang hak cipta atau produser film DVD yang diinginkan tersebut untuk membuat perjanjian lisensi. Biasanya para produser film tersebut memiliki agen lisensi yang dapat mempermudah proses lisensi tersebut karena biasanya agen sudah memiliki lisensi dari pihak produser untuk mendistribusikan film.

4.    Melakukan pembayaran.

 

 

 

Ulasan:

 

Terima kasih atas pertanyaannya.

 

Sebelum kita masuk pada izin apa saja yang diperlukan, saya ingin memastikan bahwa izin yang akan kita bahas di sini hanya yang terkait dengan hak kekayaan intelektual, bukan perizinan yang lain. Saya juga ingin memperjelas bahwa yang Anda maksud sebagai “membuka pemutaran film DVD original” ini adalah sebagai kegiatan pemutaran film yang sudah diproduksi dalam bentuk DVD kepada publik sehingga dalam hal ini kita akan masuk pada pembicaraan mengenai lisensi.

 

Film adalah karya sinematografi yang termasuk sebagai salah satu ciptaan yang dilindungi.[1] Ketika Anda membeli sebuah DVD film, pemutarannya sudah tentu ditujukan untuk penggunaan pribadi, bukan untuk pertunjukan kepada umum apalagi yang menyangkut kegiatan komersial. Dalam Undang-Undang No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta (“UUHC”) dinyatakan bahwa Lisensi adalah izin tertulis yang diberikan oleh Pemegang Hak Cipta atau Pemilik Hak Terkait kepada pihak lain untuk melaksanakan hak ekonomi atas Ciptaannya atau produk Hak Terkait dengan syarat tertentu.[2]

 

Terkait dengan karya sinematografi atau film, eksploitasi yang dapat terjadi dalam hal pemutaran film yang sudah dalam bentuk DVD kepada publik dalam konteks bisnis adalah: menggandakan ciptaan, mendistribusikan, mempertunjukkan, mengumumkan, mengomunikasikan, dan menyewakan. Untuk itu, yang harus Anda lakukan adalah sebagai berikut:

1.    Membuat daftar film apa saja yang ingin Anda putar.

2.    Mengidentifikasi atau membuat daftar pemegang hak cipta dari film-film yang ingin Anda putar.

3.    Menghubungi para pemegang hak cipta atau produser film DVD yang diinginkan tersebut untuk membuat perjanjian lisensi. Biasanya para produser film tersebut memiliki agen lisensi yang dapat mempermudah proses lisensi tersebut karena biasanya agen sudah memiliki lisensi dari pihak produser untuk mendistribusikan film.

4.    Melakukan pembayaran.

 

Demikian jawaban saya semoga bermanfaat. Terima kasih.

 

Dasar Hukum:

Undang-Undang No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta


[1] Pasal 40 ayat (1) huruf m Undang-Undang No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta (“UUHC”)

[2] Pasal 1 angka (20) UUHC

 

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
MITRA : IPAS Institute
Konsultan Hak Kekayaan Intelektual pada Intellectual Property Advisory Services (IPAS) Institute
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua