Terima kasih atas pertanyaan Anda.
Artikel di bawah ini adalah pemutakhiran ketiga dari artikel dengan judul Tak Ada Probation untuk Pekerja Kontrak, Ini Hukumnya yang pertama kali dipublikasikan pada Jumat, 17 Juni 2022, dan pertama kali dimutakhirkan oleh Haris Satiadi, S.H. pada 31 Agustus 2023, lalu kedua kali dimutakhirkan pada 26 April 2024.
Seluruh informasi hukum dalam Klinik Hukumonline disediakan semata-mata untuk tujuan pendidikan dan bersifat umum. Silakan mempelajari Pernyataan Penyangkalan untuk informasi selengkapnya. Untuk memperoleh nasihat hukum yang sesuai dengan kasus Anda, silakan berkonsultasi langsung dengan Konsultan Mitra Justika.
Mengenai probation atau masa percobaan sebagaimana Anda sebutkan, perlu Anda ketahui bahwa Pasal 81 angka 14 Perppu Cipta Kerja yang mengubah Pasal 58 UU Ketenagakerjaan mengatur:
- Perjanjian kerja untuk waktu tertentu (“PKWT”) tidak dapat mensyaratkan adanya masa percobaan kerja.
- Dalam hal disyaratkan masa percobaan kerja dalam perjanjian kerja sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), masa percobaan kerja yang disyaratkan batal demi hukum dan masa kerja tetap dihitung.
Kemudian Pasal 60 ayat (1) UU Ketenagakerjaan juga menyebutkan:
Perjanjian kerja untuk waktu tidak tertentu dapat mensyaratkan masa percobaan kerja paling lama 3 (tiga) bulan.
Merujuk pada pasal di atas, menjawab pertanyaan apakah karyawan kontrak ada masa percobaan, kami sampaikan bahwa tidak ada probation atau masa percobaan untuk karyawan kontrak. Masa percobaan (probation) hanya dapat diterapkan untuk karyawan dengan perjanjian kerja waktu tidak tertentu (“PKWTT”) atau karyawan tetap, dengan ketentuan paling lama 3 bulan.
Adapun syarat masa percobaan kerja harus dicantumkan dalam perjanjian kerja. Apabila perjanjian kerja dilakukan secara lisan, maka syarat masa percobaan kerja harus diberitahukan kepada pekerja yang bersangkutan dan dicantumkan dalam surat pengangkatan. Dalam hal tidak dicantumkan dalam perjanjian kerja atau surat pengangkatan, maka ketentuan masa percobaan kerja dianggap tidak ada.[1]
Lebih lanjut, dalam kasus Anda, disampaikan bahwa Anda telah menandatangani kontrak probation selama 6 bulan. Di sini, kami mengasumsikan “kontrak” yang Anda sampaikan adalah PKWT. Sehingga, kami berpendapat hal ini telah melanggar hukum.
Sebagaimana telah kami sebutkan di atas, PKWT atau perjanjian untuk pekerja kontrak tidak dapat mensyaratkan masa percobaan. Jika tetap disyaratkan, masa percobaan kerja menjadi batal demi hukum.
Kemudian, menjawab kontrak otomatis diperpanjang jika HRD tidak memberi kabar, kami sampaikan bahwa kontrak atau PKWT esensi utamanya adalah perjanjian antara para pihak yang isinya didasari atas kesepakatan antara pengusaha dengan pekerjanya.
Dengan demikian, perihal yang disampaikan atasan Anda adalah tidak benar. Dengan demikian, sepanjang Anda belum membaca dan menyetujui kontrak yang baru (perpanjangan), maka tidak ada hubungan hukum lanjutan antara Anda dengan perusahaan. Sebab, hubungan kerja merujuk kontrak sebelumnya sudah habis jangka waktunya per tanggal 13 April lalu.
Kemudian, kami tekankan sekali lagi, istilah probation PKWT atau PKWT probation tidaklah ada dalam aturan hukum, pasalnya masa percobaan atau probation hanya boleh diterapkan untuk pekerja tetap atau PKWTT.
Demikian jawaban dari kami terkait pertanyaan tentang masa percobaan untuk karyawan kontrak sebagaimana ditanyakan, semoga bermanfaat.
Dasar Hukum:
- Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan;
- Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja;
- Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja Menjadi Undang-Undang.
[1] Penjelasan Pasal 60 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan