Pencemaran Nama Baik di Media Sosial, Delik Biasa atau Aduan?

Bacaan 10 Menit
Pencemaran Nama Baik di Media Sosial, Delik Biasa atau Aduan?
Pertanyaan

Jika seorang public figure seperti seorang advokat menjelekkan dan mencemari nama baik pejabat, melontarkan kalimat yang bersifat menyinggung SARA, serta memprovokasi pengguna media sosial, akankah orang tersebut diberikan sanksi apabila dilaporkan? Jika demikian, bagaimana dan kepada siapakah saya harus melaporkan?

Intisari Jawaban
?
Seorang advokat yang menjelekkan dan mencemari nama baik orang lain, melontarkan kalimat yang bersifat menyinggung SARA, serta memprovokasi pengguna media sosial dapat dipidana bersarkan Pasal 27 ayat (3) dan Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (?UU ITE?) sebagaimana yang telah diubah oleh Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (?UU 19/2016?).
?
Berdasarkan Pasal 43 ayat (1) UU 19/2016, delik-delik tersebut dapat dilaporkan atau diadukan kepada Penyidik POLRI atau kepada Penyidik Pegawai Negeri Sipil Informasi dan Transaksi Elektronik (?PPNS ITE?). Sanksi dapat dijatuhkan apabila pelaku memenuhi seluruh unsur dan telah melalui proses peradilan pidana yang berdasarkan pada ketentuan hukum acara pidana
?
Lalu, apakah pencemaran nama baik dan ujaran kebencian berdasarkan SARA di media sosial merupakan delik biasa atau aduan?
?
Penjelasan lebih lanjut dapat Anda simak dalam ulasan di bawah ini.
?